Lesus Sapu Alun-Alun Caruban, 8 Booth PKL Berantakan

319

MEJAYAN – Sejumlah booth lapak pedagang kaki lima (PKL) di kawasan alun-alun Caruban berantakan. Itu terjadi setelah angin kencang menyapu lokasi tersebut Kamis malam (10/1). Pemkab Madiun tengah melakukan inventarisasi untuk membantu perbaikan.

‘’Informasi yang masuk ada delapan booth yang terdampak,’’ kata Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdakop-UM) Kabupaten Madiun Agus Suyudi kepada Radar Mejayan kemarin (11/1).

Amukan lesus tersebut membuat kawasan yang dihuni 101 PKL itu tampak semrawut. Kondisi terparah terlihat di sisi timur yang berdekatan dengan jalan menuju Pendapa Ronggo Jumeno. Beberapa tenda ambruk lantaran fondasi bambu penyangganya patah.

Peralatan seperti terpal, meja, dan kursi pun berserakan. Sementara, sejumlah pedagang terlihat sibuk bersih-bersih. Juga memunguti peralatan berjualan yang dirasa masih bisa digunakan.

Diakuinya, empasan lesus disertai guyuran hujan kali ini terbilang kencang. Buktinya, pepohonan di selatan puspem banyak yang roboh. Juga trafo listrik di dekat Padepokan Pencak Silat rusak. ‘’Bukan karena kondisi lapak. Buktinya yang lain tidak rusak,’’ sebutnya.

Tidak hanya Kecamatan Mejayan, angin kencang sekitar pukul 20.00 itu juga menerjang Geger dan Wonoasri. Kerusakan di dua lokasi tersebut sebatas pepohonan roboh yang menutup akses jalan. Tidak ada yang sampai merusak rumah seperti terjangan lesus Rabu lalu (9/1).

Berdasar prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, kecepatan angin dalam dua hari terakhir mencapai 20 kilometer per jam. ‘’Dua hari kejadian tapi tidak ada korban jiwa atau luka,’’ kata Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun Suprijanto.

Hujan deras dan angin kencang Rabu lalu mengakibatkan lima rumah rusak akibat tertimpa pohon. Rumah-rumah itu tersebar di Kecamatan Gemarang, Kare, dan Dolopo. BPBD bakal berkoordinasi dengan dinas lingkungan hidup (DLH) dan instansi lain untuk memotongi pepohonan yang sekiranya rawan tumbang. ‘’Antisipasi agar tidak ada korban jiwa,’’ ucapnya. (cor/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here