Lereng Gunung Wilis Membara

189

MADIUN – Api membara di lereng Gunung Wilis masuk area Kabupaten Madiun. Kebakaran lahan hutan di Petak 47 A BKPH Lawu Utara KPH Lawu Ds itu diduga rembetan dari wilayah Kabupaten Kediri. Hingga Senin sore (17/9) sejumlah petugas disiagakan tidak jauh dari lokasi kendati kobaran api sudah berhasil dijinakkan. ‘’Mengantisipasi api menyala kembali,’’ kata Erwantoko, kepala RPH Kare BKPH Wilis Utara KPH Lawu Ds.

Erwantoko mengungkapkan, kobaran api terpantau kali pertama pada Minggu pagi (16/9). Membakar semak dedaunan dan pohon cemara. Lokasi kebakaran itu berjarak sekitar dua kilometer dari perkampungan warga Dusun Pulosari, Desa Dagangan. Pihaknya bersama polisi, TNI, dan warga setempat berusaha mencegah api tidak meluas. Dengan membuat penyekat berjarak beberapa meter mengelilingi area yang terbakar. ‘’Hari ini (kemarin, Red) api sudah mulai mengecil,’’ ujarnya.

Puluhan petugas gabungan dikerahkan untuk pemadaman. Prosesnya manual menggunakan gepyok dedaunan yang telah dibasahi air. Lokasi kebakaran yang berada di lahan miring membuat petugas kewalahan. Kencangnya embusan angin membuat kobaran api nyaris mengenai petugas. ‘’Kami harus berhati-hati,’’ katanya kepada Radar Mejayan.

Erwantoko memastikan titik kebakaran bukan dari Kabupaten Madiun. Dugaannya dari Petak 54 KPH Kediri. Sebab, petugas Perhutani di wilayah itu sudah menginformasikan terjadinya kebakaran di area perbatasan beberapa hari sebelumnya. Pihaknya diminta bersiaga seandainya kebakaran meluas sampai Kabupaten Madiun. Mengingat kencangnya embusan angin. ‘’Koordinasi intens karena informasinya kebakaran di sana belum sepenuhnya bisa dipadamkan,’’ tuturnya.

Dia belum bisa menjelaskan dugaan penyebab api muncul. Sebab, titik awal berada di wilayah lain. Erwantoko juga belum bisa memastikan area lahan hutan yang terbakar. Namun, api diperkirakan menghanguskan sekitar lima hektare. Selain menyiagakan petugas, pihaknya melarang segala aktivitas di Gunung Wilis. Baik penjelajah yang mendaki lewat Desa Kare, juga warga yang hendak mencari rumput. ‘’Menjaga keselamatan jiwa, antisipasi sewaktu-waktu api datang kembali,’’ tandasnya. (cor/c1/fin)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here