Pacitan

Lepasliarkan Ratusan Ekor Tukik Lekang

Selamatkan Habitat Penyu di Pantai Taman

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Musim penyu bertelur berlangsung sebulan terakhir di Pantai Taman, Ngadirojo. Bahkan, bulan lalu sekitar 400 telur penyu lekang telah menetas. Dari jumlah tersebut, 260 tukik (anak penyu) sudah dilepasliarkan ke laut. ‘’Jika di lokasi penangkaran, dibutuhkan waktu sekitar dua bulan untuk telur penyu itu bisa menetas,’’ kata Suyanto, pengelola konservasi penyu Pantai Taman, Minggu (6/9).

Ratusan telur penyu lekang didaratkan oleh 12 ekor induk di pesisir pantai. Setelah itu langsung dievakuasi dan dipindahkan ke sarang penetasan semi-alami yang dikelolanya. ‘’Masih ada sekitar 130 ekor tukik yang menunggu dirilis ke laut,’’ ungkapnya.

Di lokasi konservasi penyu Pantai Taman terdapat beberapa jenis penyu yang ditangkarkan. Di antaranya, empat ekor penyu hijau, sisik, dan lekang. Salah satunya dalam kondisi stres. ‘’Ada 600 butir telur penyu yang belum menetas. Diperkirakan dalam waktu dekat 100 butir telur akan menetas,’’ terang Suyanto.

Habitat penyu di Pantai Taman nyaris punah pada 2012. Namun, berkat kepedulian Suyanto dan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang melakukan penangkaran sejak satu dasawarsa lalu, ribuan penyu berhasil diselamatkan.

Dalam perjalanannya untuk konservasi, Suyanto kerap menemui tantangan berat. Sebab, dia dan relawan konservasi lainnya harus beradu mulut dengan nelayan yang mengambil telur dan penyunya. Bahkan, saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, dia harus tombok untuk membeli makan tukik. ‘’Sekali makan dibutuhkan sekitar 5 kilogram ikan (tuna) dengan harga Rp 100 ribu. Bahkan, bisa lebih dari itu,’’ ungkapnya. (mg2/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close