Razia Gabungan Minim Temuan Minol

196

MEJAYAN – Empat tempat hiburan malam (THM) di Kabupaten Madiun digeledah. Tidak kurang 30 petugas mencari minuman alkohol yang biasa disediakan untuk para tamu. Tindak lanjut kejadian tewasnya pemandu lagu dan menyambut pergantian tahun baru 2019.

Minuman beralkohol (minol) yang biasa menghiasi tempat karaoke di Kabupaten Madiun mendadak lenyap. Tidak ada satu pun botol bir yang berhasil ditemukan petugas gabungan di lima tempat karaoke yang dioperasi, Sabtu malam (29/12). Situasi tersebut mengundang syak wasangka razia bocor terlebih dulu. ‘’Kalau masalah bocor tidak tahu, tapi tidak mungkin lah dari internal kami,’’ kata Kasatbinmas Polres Madiun AKP Sigit Sudarno.

Tiga perwira kepolisian terjun langsung dalam operasi yang dimulai pukul 22.00 itu. Selain Sigit, ada Kasat Resnarkoba AKP Agung Sutrisno dan Kapolsek Mejayan AKP Pujiyono. Bahkan, Wakapolres Kompol Rentrix Riyaldi Yusuf ikut memantau jalannya operasi di beberapa lokasi. Sedangkan unsur pemkab Kasatpol PP Supriyanto, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Arik Krisdiananto, dan Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Isbani.

Operasi dibagi menjadi dua tim. Tim satu mendatangi Mom. Petugas langsung menyisir seluruh ruangan. Memeriksa identitas pemandu lagu (PL) dan tamu. Tapi, hanya ada satu room dari bangunan dua lantai itu yang bising dengan suara lagu. Ada empat orang ditemani seorang PL di dalamnya. Teman mereka berdendang bukan minol, melainkan minuman bersoda. ‘’Sudah tidak ada minuman alkohol di sini, Pak,’’ seloroh Eni, mami karaoke itu, kepada petugas.

Seolah tidak percaya, petugas menggeledah seluruh ruangan kafe tanpa terkecuali. Mulai kasir, lobi, ruang khusus owner, hingga mes. Mencari keberadaan jenis minuman yang sempat ditenggak Grace dan Tika, PL Mom, kala menemani sing-song tamu sebelum tewas Rabu lalu (19/12). Namun, botol minuman golongan A itu tidak juga ditemukan. Meski begitu, petugas tetap menaruh curiga. Sebab, didapati beberapa gelas seloki di lobi. ‘’Di mana kalian menyimpan minuman?’’ tanya Agung yang hanya dibalas dengan sangkalan.

Kecurigaan mengarah pada bangunan di sebelah timur Mom. Petugas mencoba membuka ruangan gelap yang diduga tempat menyimpan minol. Walau karyawan Mom beralasan tidak punya kuncinya, petugas memaksa mencoba menggunakan satu per satu kunci yang dimiliki. Karena tetap tidak bisa dibuka, petugas nekat memanjat bangunan dengan pijakan atap mobil satpol PP. Hasil pemeriksaan minol ternyata tidak ada di ruangan tersebut. ‘’Hanya ruang kosong, tidak ada botol atau kardus bir di dalam,’’ ungkap Punjul, petugas yang masuk ruangan itu.

Hal serupa terjadi di Tirta Alam, karaoke lain di Mejayan. Petugas sama sekali tidak menemukan minol. Yang ditemukan di sejumlah room hanya ada minuman keras (miras) oplosan yang diklaim dibawa oleh tamu. Tidak hanya tim satu yang gagal memperoleh minol, tim dua yang dipimpin Sigit bernasib sama kala mendatangi Star dan K-5. Bedanya, petugas bisa menemukan arak jowo sebanyak 4,5 liter dalam kemasan tiga botol mineral besar. Miras itu ditutupi kardus, disembunyikan di belakang meja kasir Star.

Kasatpol PP Supriyanto berjanji pengawasan terus dilakukan meski minim temuan. Lantaran kecenderungannya THM selalu menyediakan minol. Apalagi, empat THM itu memang mendapat atensi khusus. Sebab, belum memiliki surat izin usaha perdagangan minuman beralkohol (SIUP-MB). Meski telah mengantongi tanda daftar usaha pariwisata (TDUP). ‘’Operasi ini tindak lanjut atas kejadian di Mom (dua PL tewas, Red),’’ ujarnya sembari menyebut alasan lain pencegahan peredaran miras dan narkoba menjelang pergantian tahun 2019.

Supriyanto memberi ultimatum bahwa empat THM itu tidak akan bisa beroperasi. Apabila tidak segera menyelesaikan izin dan tetap nekat berjualan minol. Sebelum mengarah ke sana, memberi surat peringatan satu hingga tiga. ‘’Kami tindak sesuai ketentuan perda,’’ tekannya. (cor/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here