Lembeyan Kulon Aman, Pragak Belum Dipastikan

39
DROPPING SETIAP HARI: Kekeringan diprediksi hingga dua bulan ke depan.

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Kekeringan di Magetan diperkirakan semakin parah. Jika dulu yang terdampak hanya Parang dan Karas, kini sudah merambah Lembeyan. BPBD setempat mendapati laporan terkini di Kelurahan Lembeyan Kulon. ‘’Belum kami dropping air bersih karena setelah di-assessment masih stabil,’’ kata Kalaksa BPBD Magetan Ari Budi Santosa.

Kekeringan juga dikabarkan melanda Desa Pragak, Kecamatan Parang. Sejauh ini, BPBD belum memastikan kondisi riilnya. ‘’Laporannya baru kami terima,’’ ujarnya.

Jika kedua daerah itu benar-benar kekeringan, jumlah warga terdampak bisa lebih dari 5.000 jiwa. Saat ini, sudah 4.994 warga terdampak. Terbanyak di Desa Kuwon, Kecamatan Karas (2.017 jiwa). Disusul Desa Trosono, Kecamatan Parang (1.598 jiwa). Desa Bungkuk, Kecamatan Parang juga berpotensi kekeringan. Taksiran warga terdampaknya 112 jiwa. Zona yang ditandai masuk Dusun Dawung. Kondisi geografisnya tak beda dengan Trosono. ‘’Kami dropping setiap hari,’’ sebutnya.

Merujuk prediksi BMKG, kekeringan bertahan hingga dua bulan ke depan. Dalam kurun waktu sepanjang itu, dampak kekeringan diprediksi meluas. Ketercukupan personel BPBD tak sebanding dengan kepemilikan kendaraan operasionalnya. Satu-satunya unit yang dimiliki harus beroperasi sejak pagi hingga malam. (fat/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here