Ledakan Pasien Tak Bisa Dihentikan

69

PONOROGO – Ledakan penderita demam berdarah dengue (DBD) tak bisa dihentikan. Membuat pemkab harus memperpanjang status kejadian luar biasa (KLB) hingga 15 hari mendatang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo Drg. Rahayu Kusdarini menyatakan, perpanjangan masa KLB sejak terbit SK bupati per 30 Januari 2019 lalu dilandasi beberapa pertimbangan. Salah satunya, hingga kini masih saja ada penderita baru. Sehingga diharapkan pasien DBD tersebut masih dapat dibiayai pemerintah. ‘’Meringankan beban warga yang terjangkit virus dengue,’’ kata Irin-sapaan akrab Drg. Rahayu Kusdarini.

Bagaimana jika selepas perpanjangan masih ada warga yang terserang DBD? Irin menyerahkan keputusan selanjutnya sesuai kewenangan bupati. ‘’Perpanjangan ini bisa dicabut sebelum batas waktu akhir, bisa diperpanjang,’’ terangnya.

Hingga kini, tak kurang dari 10-15 penderita DBD setiap hari. Karena itu, demi menanggung pembiayaan medis bagi pasien, dinkes mendukung langkah perpanjangan status KLB tahap I ini. ‘’Kami harapkan tidak sampai perpanjangan tahap II,’’ ungkapnya.

Untuk pembiayaan pasien, pemkab belum menerima pengajuan klaim dari rumah sakit negeri dan swasta. Sehingga belum dapat dipastikan berapa total pembiayaan yang harus ditanggung pemkab. Termasuk dana siap pakai (on call) yang sudah tersedot Rp 500 juta untuk pengadaan alat fogging dan sosialisasi PSN. ‘’Belum ada klaim masuk,’’ tegasnya.

Irin menambahkan, pencegahan tidak terpengaruh pada penetapan status KLB. Jika pun tidak dinyatakan KLB, pemkab tetap melakukan fogging. Terutama di wilayah endemis DBD yang kini merata di seluruh kecamatan. (mg7/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here