Lebih Ready Sambut Kehadiran Baby

139

MADIUN – Nyeri di area punggung, tidur kurang nyaman, dan mudah lelah kerap dikeluhkan kalangan ibu hamil (bumil). Nah, prenatal yoga untuk mencegah gangguan tersebut kini tengah digandrungi sejumlah perempuan Madiun yang sedang mengandung.

Prenatal yoga merupakan modifikasi dari yoga klasik yang setiap gerakannya disesuaikan dengan kondisi bumil. Gerakan pun lebih lembut dan dilakukan secara perlahan-lahan agar bumil terhindar dari cedera.

‘’Bisa diikuti mulai usia kehamilan tiga bulan, dengan syarat kondisi kehamilannya sehat. Maksudnya sudah melewati masa morning sickness (mual dan muntah di pagi hari, Red),’’ kata Syarifah Lisa, pemilik sanggar sekaligus seorang instruktur yoga di Kota Madiun, kemarin (17/2).

Menurut dia, prenatal yoga secara rutin dan teratur bisa membuat otot tubuh lebih kuat sekaligus elastis sehingga memudahkan proses persalinan. Terutama otot dasar panggul, paha, dan selangkangan. ‘’Semakin elastis otot dasar panggul semakin memudahkan proses kelahiran bayi. Proses pemulihan setelah melahirkan juga lebih cepat,’’ ujarnya.

Dia menyebut, prenatal yoga juga membuat organ pernapasan bekerja lebih baik. ‘’Tekniknya, misalnya, ketika mengembuskan napas tidak boleh sampai mengeluarkan bunyi dan setiap gerakan ada jeda lima napas. Bagi yang belum terbiasa, napas sambil bergerak ini memang cukup sulit,’’ jelasnya.

Meski begitu, diakuinya prenatal yoga tidak menjamin kelahiran normal. Sebab, itu hanyalah praktik yang membantu penguatan otot, pernapasan, dan relaksasi. Selain itu, bumil lebih percaya diri dan lebih siap kelak menjelang melahirkan. ‘’Kalaupun dia nanti Caesar, dengan prenatal yoga bumil lebih sehat,’’ tegasnya.  

Sri Wahyuni, salah seorang bumil, mengaku mengikuti prenatal yoga sejak dua bulan terakhir. Dia sengaja mengikuti terapi ini karena kondisi janin dari hasil ultrasonografi (USG) dalam kondisi sungsang. ‘’Alhamdulillah sekarang posisi janin sudah normal,’’ sebutnya.

Sementara itu, Restiana Dyah Iswandari, bumil lainnya, mengaku sejak mengikuti prenatal yoga napasnya menjadi lebih teratur. Staminanya pun lebih prima. Jika sebelumnya hanya mampu berjalan kaki mengitari kompleks rumahnya 1.000—1.500 langkah, kini meningkat menjadi hingga 6.000 langkah. ‘’Kebetulan saya punya aplikasi pedometer untuk mendeteksi seberapa jauh langkah kaki saya,’’ ujarnya. (mg2/c1/isd)

 

Bagikan
Artikel SesudahnyaUNBK, Siswa SMK Kesehatan Nebeng

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here