Lebih Dekat dengan Penulis Muda Angela Rezka Andua Putri

22

PACITAN – Melalui surat-surat yang ditulis RA Kartini lahirlah emansipasi. Kata kuncinya adalah tulisan. Lewat tulisan pula, Angela Rezka Andua Putri kini dikenal masyarakat luas. Dia pun telah meraih mimpinya. Melestarikan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar

Semua perempuan berhak meraih mimpi. Itu sejak RA Kartini memperjuangkan emansipasi puluhan tahu lalu. Apalagi era kini. Seperti Angela Rezka Andua Putri yang telah menggapai satu di antara banyak mimpinya di usia 20 tahun. Yakni jadi penulis yang dikenal masyarakat luas. ‘’Impian saya sejak masih sekolah dasar (SD) terwujud tahun lalu,’’ ujar gadis kelahiran 30 Augustus 1999 ini.

Bagi penulis muda ini, buku jadi makanannya sehari-hari. Beragam novel karya penulis ternama hingga tulisan indie menumpuk di rak buku kamarnya. Buku populer karya Raditya Dika hingga Boy Candra pun ada. Aneka buku berbagai genre itu bukan sekadar pengantar tidur malamnya. Waktu senggang di antara rutinias menuntut ilmu di Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta itu jadi jam berharga. ‘’Kalau ada waktu luang pasti menyempatkan baca buku, sekalian cari inspirasi bahan tulisan,’’ terangnya.

Jadi salah satu penulis indie untuk penerbit ternama Ellunar Publisher bagai mendapat durian runtuh. Mengangkat kehidupan anak SMA plus bumbu romantisme dan mimpi. Karya pertamanya berjudul Swords itu langsung menyabet juara ketiga ajang lomba penulis muda. Kini ratusan eksemplar telah dicetak dan dibaca kalangan muda yang mayoritas menyukai karyanya. ‘’Aktif juga di blog, mungkin itu yang mendasari nekat ikut lomba. Pengen buktikan cewek juga bisa,’’ jelas warga Dusun Betulo, Bangunsari, Pacitan itu.

Kini putri pasangan Tulus Wahyudi Saptono Putro-Ninik Herniati itu tengah menyusun karya anyar. Sedikit bocoran, beda dengan sebelumnya. Beberapa sub judul bakal diisi bumbu fantasi dan latar belakang SMA khas remaja. Meski masih terbentur kesibukan kuliah dan jual-beli online, Angela berharap sebelum akhir tahun karyanya usai. ‘’Isinya masih rahasia, nanti kalau terbit jangan lupa dibeli,’’ candanya.

Bagi Angela menghasilkan karya sastra jadi cara terbaik sebagai generasi muda zaman now. Perkembangan teknologi kian memudahkan komunikasi. Rugi jika dibiarkan dan justru untuk hal negatif. ‘’Jika sebagai anak muda saya juga ikut mengaburkan bahasa. Berarti saya hanyut dalam arus. Kalau begitu, sama saja saya tidak berperan dalam pelestarian kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar,’’ pungkas Angela.*** (sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here