Lebih Dekat dengan Ketua PCNU Ngawi KH. Ahmad Ulinnuha Rozy

43

NGAWI – Sebagai perantau, KH. Ahmad Ulinnuha Rozy mampu memikat hati masyarakat Ngawi. Perjuangan warga asli Demak, Jawa Tengah, itu berujung didaulat sebagai ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Ngawi. Bagaimana perjuanggannya?

Menjadi figur pemuka agama Islam bukan perkara gampang. Sudut pandang berbeda harus digunakan untuk menyikapi berbagai masalah yang melanda. Prinsip tersebut dipegang KH Ahmad Ulinnuha Rozy hingga didapuk sebagai Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Ngawi. ‘’Semakin padat kegiatan, semakin banyak tanggung jawab yang harus diemban,’’ kata Ulin, sapaannya.

Rekam jejak Ulin –sapaannya– sangat panjang sebelum akhirnya bisa dipercaya mengemban tanggung jawab. Tamat SD, warga asli Demak, Jawa Tengah, itu nyantri di banyak pondok pesantren (ponpes). Selama 12 tahun sejak 1983, dia menyelami ilmu keagamaan dari satu ponpes satu lainnya. ‘’Mulai Rembang, Kudus, Pati, dan Tuban,’’ ujar putra pasangan Qomariyah dan K. Syairozy Noor itu.

Ulin pindah ke Desa Kedungharjo, Mantingan, untuk melakukan syiar agama lingkup desa dan kecamatan pada 1997. Langkah itu tidak berjalan mulus. Indra pendengarannya menangkap adanya ejekan dan sindiran. Namun, dia tetap sabar, telaten, dan tidak putus asa dalam menyuarakan agama Islam. Dia meneladan ajaran Rasullullah SAW sebagai pedoman mengajarkan kebaikan ke masyarakat. ‘’Baik dan buruk pasti ada. Tingkat penerimaan orang terhadap agama itu berbeda-beda,’’ ucapnya.

Liku-liku perjuangan Ulin belum berhenti di situ. Hal-hal yang bertentangan dengan Islam kerap dijumpainya. Satu di antaranya tentang perkara klenik yang memunculkan sifat dengki dalam hati masyarakat. ‘’Saya anggap penyedap perjuangan,’’ kata bapak empat anak tersebut.

Selain ketua PCNU Ngawi, Ulin juga mengelola Pondok Pesantren (Ponpes) Temulus, Kedungharjo, Mantingan. Dia mengurus tiga jenjang lembaga pendidikan di ponpes yang sekaligus dijadikan tempat tinggalnnya. Total ada 325 santri. ‘’Alhamdulillah, dari waktu ke waktu jumlah santri semakin meningkat,’’ ujarnya. ***(deni kurniawan/cor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here