AdvertorialMadiun

Lebaran, RSUD Kota Madiun Siaga 24 Jam

TETAP BERIKAN PELAYANAN DI HARI KEMENANGAN

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Berterima kasihlah kepada dokter dan tenaga kesehatan (nakes) RSUD Kota Madiun. Lebaran di masa pandemi ini mereka tetap stand by 24 jam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat. Mengorbankan momen istimewa Lebaran bersama keluarga demi menjalankan amanat setulus hati tanpa membedakan pasien.

Direktur RSUD Kota Madiun dr Agus Nurwahyudi mengatakan, seluruh dokter dan nakes disiagakan untuk melayani setiap pasien yang memerlukan perawatan. Semisal dalam kondisi emergency yang mengharuskan tindakan operasi, rumah sakit milik pemkot itu siap melayani. ‘’Selama di sini mampu, tetap kami layani,’’ kata Agus.

Agus menegaskan, kesiapsiagaan itu wujud komitmen RSUD Kota Madiun. Dokter dan nakes mengemban amanat berat untuk memberi manfaat seluasnya kepada masyarakat. Tidak pandang waktu, situasi, dan kondisi apa pun, harus dapat memberikan pelayanan kesehatan kepada siapa saja yang membutuhkan. ‘’Ini komitmen dan filosofi kerja kami,’’ ujarnya.

Menjunjung tinggi etos kerja itu tak pernah kendur setiap Lebaran tiba. Terlebih, Lebaran kali ini berlangsung di masa pandemi. Sehingga etos kerja harus lebih ditingkatkan. Bekerja dengan semangat membara dan senantiasa menerapkan protokol kesehatan yang ada. Petugas mengenakan APD (alat pelindung diri) dan memasang plastik transparan di meja layanan. ‘’Protap pemeriksaan tak boleh dilakukan serampangan,’’ tegasnya.

Pandemi ini berdampak pada jumlah kunjungan RSUD Kota Madiun. Rawat jalan turun hingga 25 persen dan rawat inap turun hingga 50 persen. Kendati demikian, pelayanan kesehatan tetap dilakukan sesuai mekanisme yang ada. ‘’Sudah menjadi rutinitas kerja di IGD (instalasi gawat darurat, Red) stand by 24 jam. Tidak bisa semua libur, ini harus dipahami. Cuti untuk profesi kesehatan yang kerja sif itu diatur internal rumah sakit,’’ jelasnya.

Di sisi lain, Agus prihatin melihat masih banyaknya kerumunan di ruang publik jelang Lebaran ini. Padahal, hal itu sangat berisiko. Jika warga yang terinfeksi Covid-19 semakin banyak, tentu semuanya ikut berdampak. Mulai pasien, keluarga, tenaga kesehatan, pemerintah, serta masyarakat luas. ‘’Risikonya kalau terinfeksi semuanya repot. Baik pasien, keluarga, nakes, pemerintah, lingkungan, hingga masyarakat Kota Madiun,’’ tuturnya.

Karenanya, masyarakat harus tetap mematuhi anjuran pemerintah. Mengenakan masker, cuci tangan, dan menghindari kerumunan. Terutama di momen hari kemenangan ini, warga diharapkan berlebaran di rumah masing-masing. ‘’Siapa yang tidak sedih, di momen Lebaran ini tidak bisa bersalam-salaman. Tapi, situasinya seperti ini. Tolong dijaga bersama,’’ pintanya. (kid/c1/fin/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close