Pacitan

Lebaran Berkah Penyedia Jasa Porter Troli Terminal Bus

Ramainya penumpang bus di terminal pada arus mudik dan balik Lebaran kali ini membawa berkah bagi Sukatman. Jasa porter troli yang dilakoninya banyak dimanfaatkan penumpang yang kerepotan membawa barang bawaan.

—————-

SUGENG DWI, Pacitan

SATU demi satu, koper, tas, karung hingga kardus dikeluarkan Sukatman dari dalam mobil. Barang-barang itu dipindahkan hati-hati ke atas troli. Tak asal-asalan, bawaan pemudik itu ditata rapi agar bisa dimuat troli berukuran 1×2 meter itu. Jika tidak cukup, Sukatman pun menenteng beberapa barang sampai ke bus. ‘’Kalau ditumpuk terlalu tinggi takut jatuh dan rusak,’’ kata salah seorang penyedia jasa porter troli di Terminal Bus Tipe A Pacitan ini.

Hampir tiga tahun, Sukatman menggeluti pekerjaan mengakut barang bawaan penumpang bus. Saat libur Lebaran sperti saat ini jadi berkah bagi warga Lingkungan Purwoharjo, Baleharjo, Pacitan, ini. Dalam sehari belasan orang menggunakan jasanya. Tak hanya mengangkut dari mobil, Sukatman juga harus menata rapi barang-barang itu di dalam bagasi bus. ‘’Paling ramai Sabtu dan Minggu setelah Lebaran lalu. Banyak yang datang dan juga kembali ke perantauan,’’ ujarnya.

Meski terlihat banyak yang menggunakan jasanya, bukan berarti kantong Sukatman tebal. Dalam menawarkan jasa porter troli, bapak satu anak itu tak pernah mematok tarif. Sukatman rela menerima seikhlasnya pemberian dari pelanggannya. Tak jarang, dalam sekali angkut dia hanya diupah Rp 5.000. ‘’Kalau sedang beruntung kadang diberi Rp 20 ribu atau Rp 50 ribu, jadi pendapatannya gak tentu,’’ ungkapnya.

Dalam sehari, Sukatman hanya menyedikan jasa dua hingga tiga jam. Bukan tidak semangat bekerja, namun pria berusia 50-an tahun itu faham betul pengguna jasanya kebanyakan tujuan Jakarta dan luar Jawa. Pun dalam sehari bus trayek tersebut hanya beroperasi pagi hari. Otomatis saat siang, terminal lengang dan hanya diisi angkutan antarkota sekitar Pacitan. ‘’Kerja tiga jam itu sudah lama, biasanya jam 10.00 sudah sepi,’’ jelasnya sembari menyebut mulai buka jasa sekitar pukul 07.00.

Sukatman merasakan betul menurunnya pengguna jasa bus di Pacitan. Dalam setahun bisa dipastikan hanya pada momen-momen tertentu pengguna bus ramai. Salah satunya libur Lebaran serta hari besar keagamaan. Sementara pada hari-hari biasa, kondisi terminal lengang. ‘’Mungkin kalau hari biasa bawa pulang Rp 50 ribu itu sudah termasuk banyak,’’ tutur Sukatman.*** (sat)  

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close