Layani Penukaran Uang Pecahan, BI Siapkan Rp 6,1 Triliun

120

MADIUN – Tradisi penukaran uang pecahan saat momentum Lebaran berlanjut. Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kediri sudah mengantisipasi. Disiapkan duit cash pecahan Rp 20 ribu, Rp 10 ribu, Rp 5.000, dan Rp 2.000 sampai Rp 6,1 triliun. Itu untuk peredaran di wilayah kerjanya, meliputi kota dan kabupaten Kediri, Blitar, Madiun. Dan Kabupaten  Tulungagung, Trenggalek, Nganjuk

Sedangkan khusus Madiun, sesuai estimasi Rp 5 miliar. Kepala BI Perwakilan Kediri Musni Hardi Kasuma Atmaja mengatakan, pihaknya sudah menakar tingkat kebutuhan uang masyarakat (outflow) selama Ramadan dan Lebaran.  Tahun ini disiapkan uang layak edar (ULE) Rp 6,1 triliun. ’’Tahun lalu (2018) Rp 5,3 triliun, ini kami tambah,’’ terangnya.

Dia menjelaskan, BI Kediri sudah bekerjasama dengan 14 bank di Madiun Raya. Layanan dibuka sejak 7-28 Mei mendatang. Pelayanan penukaran uang baru ini dilayani masing-masing perbankan setiap Selasa–Kamis dari pukul 09.00 sampai dengan 10.00. Dan dibatasi maksimal 50 penukar dengan nominal tukar Rp 3.700.000. ’’Madiun sendiri saya perlu pisah lagi angkanya ya.  Karena Rp 6,1 triliun itu total. Paling tidak sampai Rp 5 miliar,’’ jelasnya.

Sementara itu, jasa layanan kas keliling di kawasan alun-alun Kota Madiun berlangsung Rabu (15/5). Keberadaannya mendapat respons positif dari masyarakat. Ratusan orang rela mengantre di mobil layanan keliling masing-masing bank. Setiap bank antrean mencapai 100 orang. ’’Sekitar Rp 1,5 miliaran untuk yang hari ini (15/5),’’ terangnya.

Wawali Kota Madiun Inda Raya ikut memantau layanan kas keliling kemarin. Menurutnya, layanan ini memberikan kemudahan kepada masyarakat. Tingginya antusias masyaralat yang ingin menukarkan uang tidak terlepas dari budaya masyarakat setiap Lebaran. ‘’Pelayanan (bank,Red) sudah bendel-bendel sudah diantisipasi dengan membatasi harus tukar, ada semacam tinta  supaya bisa rata,’’ ujarnya.

Ria Luckytasari, warga Kejuron, Taman ini mengaku sudah antre sejak  13.30 dari rumah telah mempersiapkan uang senilai Rp 3.700.000 untuk ditukarkan. Ria sengaja datang lebih awal mencegah antrean mengular. Nyatanya, dia mendapatkan nomor urut 64. ’’Uangnya mau dibagi-bagi untuk keponakan,’’ ujarnya. (dil/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here