Lautan Gogor Merak Senam Rancak

52

KOTA – Alun-alun Ponorogo dipastikan bergetar hebat kemarin pagi. Bagaimana tidak, 21 ribu siswa pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman kanak-kanak (TK) dengan kostum biru muda senam masal di lapangan besar itu. Mereka sengaja mengikuti senam kreasi Gogor Merak Klimis dan Aku Cinta Indonesia bersama Bupati Ipong Muchlissoni serta Bunda PAUD Sri Wahyuni.

Pengunjung alun-alun semakin padat lantaran pesenam masal itu juga didampingi orang tua masing-masing. Anak-anak datang secara bergelombang sebelum acara dimulai. Begitu lagu Aku Cinta Indonesia diperdengarkan lewat sound system, mereka rancak bersenam menyerupai gerakan indah burung merak hijau.

Sesekali guru atau orang tua mendekat untuk memberikan instruksi saat anaknya bergerak sekenanya. Keceriaan anak-anak kerap mengundang tawa. Apalagi, ada yang berulah iseng menggoda sebayanya. ‘’Senang senam ramai-ramai di alun-alun,’’ kata salah seorang peserta asal Balong.

Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo Tutut Erliena menyatakan Gebyar PAUD sebagai bukti sekaligus komitmen pemkab dalam menanamkan pendidikan berkarakter sejak dini. Kegiatan ini dirangkai dengan launching Gerakan Nasional Orang Tua Membacakan Buku (Gernas Baku). ‘’Generasi anak bangsa harus cerdas dan berkarakter, serta unggul dan berprestasi,’’ ujarnya kemarin (9/5).

Tutut menambahkan, kegiatan ini merupakan refleksi dari tujuan pendidikan. Menurut dia, untuk membiasakan anak senang membaca, harus diawali dari orang tua. Dengan gemar membaca akan meningkatkan kemampuan anak untuk mengoptimalisasi kemampuan berkomunikasi dan berbahasa sejak dini dengan baik. ‘’Kolaborasi antara orang tua, guru, dan murid sangat penting untuk mendorong prestasi anak,’’ katanya.

Selain ikut senam bersama dengan anak-anak TK dan PAUD, dalam kesempatan itu Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni juga menyempatkan diri menyanyikan lagu Gernas Baku. Dia mendorong orang tua menjalankan perannya dengan membiasakan anak mereka gemar membaca buku. ‘’Supaya ke depan bisa menghasilkan generasi emas Indonesia,’’ terangnya.

Menurut Ipong, membiasakan anak membaca buku sangatlah penting. Dengan harapan dapat menumbuhkan minat baca mereka. Selain itu, dengan banyak membaca, anak dapat menambah ilmu pengetahuan. ‘’Dengan begitu, mereka bisa menjadi anak yang berpengetahuan,’’ pungkasnya.

BPJS Ketenagakerjaan Lindungi Guru TK-PAUD

GURU taman kanak-kanak (TK) dan pendidikan anak usia dini (PAUD) di Ponorogo bisa lebih fokus dan nyaman mencerdaskan peserta didiknya. Sebab, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan memberikan perlindungan kepada mereka.

Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jatim Dodo Suharto mengharakan perlindungan ini bisa memberi kenyamanan kepada para guru dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. ‘’Ini merupakan bagian dari upaya memberi perlindungan jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua, dan jaminan pensiun,’’ katanya di sela Gebyar PAUD dan Gernas Baku di alun-alun Ponorogo.

Menurut Dodo, guru dan tenaga pendidik juga memiliki risiko kerja sebagaimana profesi lainnya. Sehingga, mereka perlu jadi peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk mengatasinya. Terutama kecelakaan kerja dan kematian. ‘’Harapannya, dengan terdaftarnya guru TK sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, mampu mendorong produktivitas mereka di bidang pendidikan,’’ ucapnya.

Kata dia, banyak manfaat dari program jaminan kematian (JKM). Misalnya jika guru TK dan PAUD meninggal dunia di luar kecelakaan kerja -apa pun penyebabnya- mendapat santunan Rp 24 juta. ‘’Meskipun mereka baru terdaftar sehari sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan’’ jelasnya.

Secara simbolis, BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan kartu kepesertaan kepada Kristin Kuniawati, guru TK Dharma Wanita Gandukepuh 2, dan Sutiyem, guru TK Dharma Wanita Jalan Sunan Gunung Jati. Dalam kesempatan tersebut, juga diserahkan santunan JKM dan jaminan hari tua (JHT) kepada ahli waris Kalis Pujo Purwito, kepala Desa Wilangan. Besarnya Rp 24.883.255.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo Tutut Erliena mengharapkan BPJS Ketenagakerjaan dapat memberi manfaat bagi kesejahteraan para guru TK dan PAUD di Ponorogo. ‘’Kami sangat mengapresiasi, karena dapat meringankan beban peserta yang sedang megalami musibah kecelakaan kerja,’’ ujarnya. (her/pra/c1/sat/eo)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here