Laut Surut, Saatnya Berburu Kerang

51

PACITAN – Puluhan warga berduyun-duyun ke Pantai Watukarung, Pringkuku, Pacitan, Minggu (12/5). Bukan bermain air atau berselancar, namun kebanyakan warga lokal tersebut tengah berburu beragam biota laut. Laut surut sebulan sekali itu dimanfatkan untuk berburu kerang dan gurita untuk kudapan.

Lokasi pantai yang berbatu membuat aneka biota laut kerap terperangkap saat air surut. Berbekal ember dan alat cungkit dari potongan besi, warga berjalan menyusuri pantai mencari setiap cekungan. ‘’Kebanyakan kerang-kerangan. Kalau beruntung bisa dapat cumi-cumi atau ikan,’’ ujar Rumiyatun, salah seorang warga.

Meski hanya sebulan sekali, hasilnya cukup lumayan. Dalam 45 menit dia mendapat hampir satu kilogram kerang dan beberapa ikan serta gurita dan bulu babi. Kerang-kerang tersebut diperkirakan laku hingga Rp 30 ribu per kilogram. Tergantung jenis dan ukuran kerang. ‘’Tapi gak saya jual, mau dimasak saja untuk berbuka, yang kerang hias baru saya jual,’’ ungkap Rumiatun

Lain halnya dengan Jasmin, warga Dusun Krajan, Watukarung. Dia sengaja berburu kerang untuk dijual. Namun, target utamanya kerang hias untuk aksesoris akuarium. Sekali berburu, setengah hingga satu kilogram kerang dibawa pulang. Per kilogram Rp 25 ribu di tingkat pengepul. ‘’Lumayan buat tambahan, kalau ketemu kerang lain juga diambil buat lauk,’’ imbuhnya.

Sejak kecil,  warga setempat biasa berburu kerang dan ikan saat surut. Meski tak saban bulan hasilnya melimpah. Durasi surut serta air yang terjebak di antara karang mempengaruhi banyaknya tangkapan. ‘’Kalau surutnya cepat tentu dapatnya sedikit, apalagi kalau masih banyak air di antara karang tambah sulit dilihat,’’ jelasnya.

Meski begitu bukan berarti kegiatan Jasmin dan warga lainnya tanpa risiko. Berjalan hingga 100 meter ke tengah laut membuat mereka amat dekat dengan gelombang tinggi. Jika tak waspada, gulungan ombak dapat menghantam mereka. ‘’Bahaya. Kalau ada gelombang besar airnya sampai kembali ke sini (pantai, Red). Sangat kuat. Apalagi kalau gak pakai pelampung,’’ pungkasnya. (gen/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here