Lapas Hanya Punya 9 Unit CCTV untuk Awasi 1.138 Napi

104

MADIUN – Belenggu keamanan Lapas Klas 1 Madiun masih rawan kendor. Pemicunya, sarana prasarana masih kurang. Lapas yang dihuni 1.138 narapidana itu hanya memiliki satu sistem pemantauan dengan sembilan unit kamera CCTV. ’’Memang masih kurang, kalau bisa di setiap sudut ada,’’ kata mantan Kepala Lapas Klas I Madiun Suharman yang Sabtu lalu (5/1) resmi berpamitan.

Di hadapan Thurman Saud Marojahan Hutapea, kepala lapas Klas I Madiun yang baru, Suharman mengatakan jumlah tenaga sipir tidak sebanding dengan narapidana maupun tahanan yang ada. Sampai saat ini jumlah keseluruhan pegawai lapas ada 180 orang. Sebanyak 88 di antaranya bertindak sebagai petugas keamanan. ‘’Ada empat regu, satu regu 22 orang,’’ ujarnya.

Berapa idealnya? Suharman enggan menyebut angka yang pasti. Dia kembalikan sepenuhnya ke  Kemenkumham Kanwil Jatim untuk kemudian dikoordinasikan pelaksanaannya dengan kalapas baru, Thurman Saud Marojahan Hutapea. ’’Yang pasti, semakin banyak (CCTV, Red) semakin baik,’’ tutur Suharman.

Kendati demikian, dia mengklaim Lapas Klas 1 Madiun sudah ditunjang keamanan berlapis. Salah satunya teknologi X-ray. Setiap orang yang hendak memasuki lapas harus melalui pengamanan berlapis tersebut. X-ray membantu petugas mengecek setiap barang bawaan yang dibawa pengunjung. ‘’Ditambah ada metal detector,’’ imbuhnya.

Sementara Thurman saat dimintai komentar terkait kekurangan CCTV mengaku akan mempelajarinya. Termasuk, sistem pengamanan dan pemantauan para narapidana dan tahanan. Dia berjanji bakal menjalankan semua standard operating procedure (SOP). ’’Sekarang masih dipetakan dulu,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Madiun.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Jatim Pargiono yang hadir saat acara pisah sambut kalapas baru mengamini bahwa peran teknologi sangatlah penting untuk efisiensi lapas hingga mengurangi potensi pungutan liar. ’’Seperti teknologi informasi yang semuanya serba-online, termasuk bebas bersyarat, meminimalkan pungli yang menjadi momok yang ditakuti,’’ ujarnya.

Terkait CCTV, Pargiono menyebut Lapas klas 1 Madiun selangkah lebih maju dalam menerapkan teknologi termutakhir. CCTV yang terpasang langsung terkoneksi di smartphone kepala lapas. Artinya, kalapas bisa melakukan pengecekan langsung secara online.  ’’Teknologi keamanan untuk lapas lain agak ketinggalan, ada beberapa lapas yang belum terakses CCTV di HP kalapas. Ini (2019, Red) sedang menuju ke sana. Kalau Madiun sudah dimasukkan data aplikasi, bisa pantau setiap pos,’’ terangnya.

Tahun ini bakal dibentuk tim satgas kamtib. Setiap korwil terdapat satgas kamtib untuk pengecekan anggota korwilnya. Seperti Madiun, Ponorogo, dan Pacitan bisa tergabung dalam tim satgas kamtib. ’’Itu untuk memudahkan ketika melakukan penggeledahan ke setiap lapas tersebut,’’ pungkasnya. (mg2/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here