Lanud Iswahjudi Upgrade Sepuluh Pesawat F-16 A/B

20

MAGETAN – Sebanyak sepuluh unit pesawat F-16 A/B terus menjalani proses upgrade di Skuadron Teknik (Skatek) 042 Lanud Iswahjudi. Peningkatan kapasitas usia pakai dan sistem avonik pesawat itu merupakan bagian dari program Enhanced Mid-Life Update (EMLU), The Falcon Structural Augmentation Rodmap (Falcon STAR).

Sejak program itu dimulai pada September 2017 lalu, empat unit pesawat F-16 A/B Block 15 telah di upgrade oleh para teknisi dari TNI AU dan PT Dirgantara Indonesia. Dan, baru kemarin (5/4) selesai direview oleh TNI AU, Foreign Military Sales (FMS) dan Lockheed Martin Aero (DCS).

Kepala Dinas Logistik Lanud Iswahjudi Kolonel Tek Royke C. Manusiwa mengatakan, ada sejumlah hal yang dibahas dalam agenda tersebut. Antara lain, progres pekerjaan modifikasi yang sudah dicapai. Serta kendala yang dihadapi berikut pemecahan permasalahannya. ’’Ini merupakan world class project yang dilaksanakan oleh TNI AU. Sehingga, membutuhkan dukungan kerjasama dari seluruh partner yang terlibat,’’ katanya.

Dalam program tersebut, dijelaskan bahwa para teknis melakukan sejumlah pekerjaan berupa pemeliharaan, install removable, pencopotan panel dan komponen pesawat. Proses pengerjaan dijadwalkan hingga 24 bulan atau dua tahun.

Upgrade satu dari empat pesawat F-16 A/B dijadwalkan rampung pada Juni–Juli 2019. Setelah itu uji terbang bakal dilakukan. Sedangkan pembaharuan sembilan pesawat sejenis yang lain terus dijalankan hingga beberapa tahun ke depan. ’’Kegiatan ini memliki tantangan tersendiri. Karena TNI AU harus berperan sebagai program office yang mengorganisasi seluruh kegiatan dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan controlling,’’ terang Royke yang sekaligus menjabat sebagai kepala proyek EMLU–Falcon STAR tersebut.

Adapun dalam program ini usia terbang pesawat akan di upgrade antara 15–25 tahun. Serta pembaharuan sistem avionik dengan pemasangan rudal beyond visual range (BVR) yang mempunyai jangkauan lebih dari 30 kilometer. Selain itu, AMRAAM untuk melepaskan rudal ke udara dengan jarak jangkauan 60 nautical mile atau sekitar 110 kilometer. Juga, Fire Control Radar dan Joint Direct Attack Munitio (JDAM) yang merupakan bom dengan dilengkapi pemandu laser.

Yang jelas, Royke merasa bangga dengan pekerjaan itu. Sebab, mampu meningkatkan kemampuan para teknisi TNI AU. Apalagi, pekerjaan yang termasuk  level berat itu baru pertama dilakukan di satuan setingkat Skatek. ‘’Saya sampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan kerjasama dalam menjalankan prorgam ini. Diharapkan semua bisa berjalan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan,’’ katanya. (pentak/her/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here