Lanud Iswahjudi Gelar Operasi Elang Gesit 2019

733

MAGETAN – Sebuah pesawat boeing dengan nomor penerbangan JT 2334 tiba-tiba melintas tanpa izin di wilayah udara RI kemarin (19/3). Tak pelak, petugas keamanan udara langsung mengirim pesawat tempur T-50i Golden Eagle untuk memaksa pesawat asing itu turun.

Ada dua pilot pesawat tempur yang berasal dari Skuadron Udara 14 Iswahjudi, Magetan, yang menggiring pesawat asing itu agar mendarat di pangkalan udara (lanud) setempat. Keduanya adalah Kapten Pnb Bambang dan Lettu Pnb Julfikar.

Berdasar informasi, pesawat yang terbang dari Australia itu hendak menuju Singapura. Pesawat tersebut dipiloti Han Cook yang berkewarganegaraan Australia. Saat melintas pada ketinggian 10.000 kaki di wilayah udara Indonesia, tepatnya di wilayah Madiun, pesawat tersebut tertangkap radar Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) milik Lanud Iswahjudi.

Waktu itu, radar pesawat tersebut menunjukkan kode lasa eks (tidak dikenali radar) dan tidak ada flight clearance (tidak ada izin melintas). Saat berada di wilayah Madiun, para penerbang pesawat T-50i Golden Eagle memerintahkan pesawat asing tersebut untuk melakukan force down (mendarat darurat).

Namun, pilot pesawat Australia itu tidak mengindahkan peringatan penerbang. Karena perintah itu tidak diindahkan, para penerbang kemudian mengancam akan menembak jatuh pesawat tidak berizin tersebut.

Merasa terdesak, pilot pesawat boeing itu memilih menyerah. Dan, selanjutnya mendaratkan pesawat ke Lanud Iswahjudi. Setibanya di darat, Han Cook yang saat itu terbang bersama empat awak pesawat lainnya langsung dibekuk.

Danlanud Iswahjudi Marsma TNI Widyargo Ikoputra menyatakan, rangkaian kegiatan itu merupakan bagian dari simulasi operasi Elang Gesit 2019. Menurutnya, operasi itu untuk mengukur kesiapan anggata dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman dari negara lain. ‘’Sebagai bentuk kesiapan kami dalam menghadapi ancaman,’’ kata Iko.

Dia menambahkan, kegiatan ini sekaligus bagian dari rentetan acara menghadapi latihan gabungan seluruh anggota TNI-AU pada Juli mendatang. ‘’Saya kira latihan ini sangat penting untuk kesiapan berbagai ancaman ke depan yang semakin berat,’’ ujarnya. (mgc/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here