Lantai Lima Rusunawa Tidak Laku

41

MEJAYAN – Rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang disedikaan Pemkab Madiun belum penuh. Setidaknya masih ada 27 unit yang belum berpenghuni. Total tersedia 98 unit, rusun lima lantai di Desa Kaligunting, Mejayan, itu. Lantai teratas masih memlompong. ‘’Sempat ada satu tertarik tak gak jadi,’’ ungkap Sarno, pengelola rusunawa tersebut, Senin (10/6).

Lantaran kosong, listrik yang ada pun tidak difungsikan maksimal. Meski begitu, memang tidak ada target tertentu untuk memenuhi penghuninya. Sebab, rusun tersebut hanya untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). ‘’Hanya untuk yang membutuhkan,’’ ujarnya.

Sebenarnya, harga sewa untuk lantai lima tergolong paling murah. Hanya sekitar Rp 110 ribu per bulan. Namun, masyarakat enggan menghuninya. Padahal, fasilitas tak jauh beda dengan di lantai bawahnya. Alasan mereka lantaran tidak ada lift. ‘’Semakin ke atas semakin murah sewanya,’’ ungkap Sarno.

Sarno mengungkapkan kalau harus naik turun tangga di lantai  lima mereka keberatan. Belum lagi alasan kondisi fisik lantaran para penghuni banyak yang sudah tidak muda lagi. ‘’Akhirnya gak jadi menyewa,’’ ungkap Sarno.

Dulu, lanjut dia, sempat ada yang menyewa dua unit. Namun, sudah pindah. Sejak itu belum ada lagi yang mendaftarkan diri. Sarno juga tidak terlalu mempermasalahkan. Tergantung kebutuhan masyarakat. ‘’Untuk lantai dua harganya Rp 125 ribu dan ada potongan Rp 5 ribu setiap naik lantai,’’ ungkapnya.

Penyewa boleh berasal dari mana saja. Tidak harus asli Madiun. Bahkan, saat ini ada penghuni dari Kabupaten Ponorogo dan Ngawi. Mereka yang dari luar daerah kebanyakan bekerja di wilayah Kabupaten madiun. ‘’Selama memenuhi persyaratan dan mau menjalankan ketentuan yang ada di sini maka kami buka lebar kemsempatan itu,’’ ungkapnya. (fat/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here