Lantai Lima Rusunawa Kaligunting Merana

37

MEJAYAN – Penghuni rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Kaligunting tak pernah penuh. Dari 98 unit yang disediakan masih kosong 27 unit. Bahkan, lantai paling atas bangunan tingkat lima di Kecamatan Mejayan itu tak diisi satu pun penghuni. Terakhir sempat terisi dua unit saja. ‘’Sempat mau diisi satu rombongan penghuni, tetapi gak jadi,’’ ungkap  Sarno, Pengelola Rusunawa.

Sarno menduga, ketiadaan lift membuat calon penghuni pikir-pikir. Keberatan bila harus naik tangga manual sehari-hari. Terlebih, bagi penghuni yang kondisi fisiknya tidak prima lagi. ‘’Sebenarnya, lantai paling atas itu sewanya hanya Rp 110 ribu sebulan,’’ terangnya.

Sejak ditinggal pergi penghuni terakhir yang menyewa dua unit, lantai lima rusunawa kosong. Kelonggaran ketentuan hunian pun tak sanggup mendongkrak okupansi. Seperti penyewa yang tidak diwajibkan ber-KTP Kabupaten Madiun. Seperti penghuni dari Ngawi dan Ponorogo. ‘’Selama tertib aturan, kami persilakan,’’ terangnya.

Rusunawa memang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Atau, yang rata-rata gajinya tak lebih dari Rp 2 juta. Semakin ke atas, tarifnya pun semakin murah. Selisih potongan Rp 5 ribu di setiap lantainya. ‘’Tetapi, air dan listriknya bayar sendiri,’’ urainya. (fat/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here