Lantai Dua PBM Mulai Dibongkar, Atap Lama Diganti Buatan Jepang

42
PROYEK: Pekerja dari pihak rekanan tengah membongkari bagian atap bangunan di lantai dua PBM Kamis (8/8).

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Pembangunan mal pelayanan publik (MPP) memasuki tahap baru. Menyusul telah dibongkarnya sebagian bangunan di lantai 2 Pasar Baru Magetan (PBM) sisi timur oleh pihak CV Semut Rhang-rhang selaku rekanan proyek itu mulai sepekan terakhir. Bahkan, wahana permainan anak yang selama ini berada di lokasi tersebut sudah dipindahkan ke eks Terminal Magetan.

Pelaksana lapangan dari CV Semut Rhang-rhang Endi Eka Prasetya mengaku pihaknya mempunyai waktu sampai Oktober merampungkan pembangunan MPP. Untuk itu, diperlukan pembagian skedul pekerjaan. Diawali dengan pembenahan sisi timur ruangan lebih dulu. Baru setelah itu bergeser ke sisi lainnya. ‘’Sesuai kontrak (pekerjaan) sampai empat bulan. Tapi, bagian yang akan diresmikan ini kami selesaikan dulu,’’ ujarnya Kamis (8/8).

Diungkapkannya, MPP dibangun di atas luas bangunan 460 meter persegi. Namun, pihaknya hanya kebagian renovasi atap. Endi mengatakan bahwa atap yang ada sekarang dicopot dan diganti atap khusus spandek merah marun dari Jepang. Bahkan, jenisnya lebih tebal dibandingkan dengan buatan Tiongkok. ‘’Supaya tahan lama. Selain itu, produksi Tiongkok itu gampang patah,’’ ungkapnya.

Proses penggantian bangunan juga dilakukan pada bagian plafon. Terutama yang sudah lapuk diganti baru. Sedangkan, yang dianggap masih layak tetap dipertahankan. Begitu juga kerangka kayu penyangga atap bangunan tetap dipakai. Diakuinya, hal itu sesuai dengan petunjuk dari DPUPR sebagai tim teknis. ‘’Kerangka yang baru bisa digunakan untuk keperluan lainnya. Karena eman kayunya masih kuat,’’ terang Endi.

Dalam tahap pembongkaran atap bangunan, Endi mengaku melibatkan 11 pekerja. Mereka juga bakal ditugasi untuk memoles tembok bangunan. ‘’Praktisi juga bukan kami yang memasang. Tapi, dari DPMPTSP. Kami hanya menyediakan ruangannya,’’ jelasnya.

Endi mengungkapkan, tingkat kesulitan dihadapi saat proses pemasangan genting. Karena pekerja harus menaikkan material secara bertahap. Sedangkan, untuk pemasangan kaca jendela diperkirakan tidak akan membutuhkan waktu lama. ‘’Target kami minggu depan ini sudah tertutup. Semoga bisa lancar sesuai perencanaan,’’ harapnya. (bel/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here