Madiun

Lantai Bergelombang, Jembatan Branjangan Dikeluhkan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Jembatan Branjangan mengkhawatirkan. Jika tak lekas diperbaiki, kerusakan konstruksinya bakal semakin parah. Aspal lantainya bergelombang mengancam keselamatan pengguna jalan.

Banyak keluhan tertuju pada kondisi jembatan di Jalan Hayam Wuruk tersebut. Sayangnya, perbaikan tak semudah di angan. Status pengelolaan jembatan yang dibangun 1992 silam itu tak diakui pemerintah pusat. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Madiun tengah berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Surabaya. ‘’Sekarang saya sedang di Surabaya berkoordinasi dengan BBPJN VIII terkait perbaikan tersebut,’’ kata Kepala DPUTR Kota Madiun Suwarno saat dihubungi Jawa Pos Radar Madiun Rabu (5/2).

Status pengelolaan jembatan Branjangan juga tak diakui pemprov maupun Pemkab Madiun. Ketidakjelasan status itu cukup menyulitkan Pemkot Madiun untuk mengusulkan perbaikan. ‘’Itu cukup menyulitkan kami,’’ tegasnya.

Jika dari koordinasi membuahkan hasil, setidaknya pemkot bisa melakukan perbaikan emergency. Menambal kerusakan pada lantai jembatan. Itu perlu dilakukan untuk mengurangi kerawanan.

 ‘’Lantai jembatan kalau memang emergency kami tambal. Tapi menunggu hasil koordinasi ini,’’ ujarnya.

Pemkot juga mengupayakan pengambilalihan aset jembatan Branjangan. Suwarno mengklaim usulan itu telah disampaikan ke Kementerian PUPR secara lisan. Tepatnya ketika melakukan kunjungan bersama Komisi III DPRD Kota Madiun beberapa waktu lalu. ‘’Banyak yang mengeluhkan soal kerusakan jembatan itu,’’ ungkapnya.

Secara umum konstruksi jembatan masih cukup baik. Meskipun usianya kini 29 tahun. Konstruksi jembatan itu didesain sanggup bertahan maksimal 50 tahun. Dengan demikian, usia jembatan tersisa 21 tahun lagi. ‘’Secara umum sebenarnya konstruksi jembatan masih cukup baik,’’ tuturnya.

Konstruksi jembatan terdiri dari rangka baja dan fondasi dua pilar di tengah. Melalui konstruksi itu, jembatan mampu menahan beban maksimal 70 ton dalam sekali lintasan kendaraan. ‘’Sementara ini yang perlu segera diperbaiki lantai jembatan,’’ sebut Suwarno.

Pada bagian lain, aset milik pusat yang juga diharapkan dapat diusulkan dilakukan perbaikan yakni jembatan Manguharjo. Sementara total 118 jembatan lainnya yang ada di Kota Karismatik diklaim aman. Pihaknya berharap ada kejelasan status aset kedua jembatan tersebut oleh pusat maupun BBPJN VIII Surabaya. ‘’Nanti kami melihat hasilnya dulu. Harapannya diakui lewat surat resmi, jangan lisan saja. Baru kami dapat action,’’ ucapnya.

Wali Kota Madiun Maidi menegaskan bahwa jembatan Branjangan masuk jalan provinsi. Dia mengaku saat ini banyak yang mengeluh terkait kerusakan jembatan itu. Pihaknya berharap kerusakan yang ada segera diperbaiki. ‘’Kondisi seperti itu harus dikoordinasikan. Jangan sampai milik provinsi kemudian kami perbaiki ada permasalahan di kemudian hari,’’ ujar Maidi singkat. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close