Madiun

Langgar Protokol Kesehatan, Akad Nikah Dibatalkan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Lima puluhan pendaftar calon pengantin mendaftarkan diri ke Kemenag Kota Madiun sejak dibuka kembali per 3 Juni. Prosesi pelaksanaan akad nikah tidak boleh serampangan. Wajib mematuhi tatanan normal baru.

Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Kota Madiun Agus Burhani mengatakan, bagi yang tidak mengindahkan protokol kesehatan, penghulu dapat membatalkan atau menolak prosesi akad nikah.

Mulai diberlakukannya new normal pelayanan nikah menyusul terbitnya Surat Edaran (SE) Dirjen Bimas Islam Nomor P-006/DJ.III/Hk.007/06/2020 tertanggal 10 Juni. Tentang Pelayanan Nikah Menuju Masyarakat Produktif Aman Covid-19. ‘’Ketentuan secara umum sudah dirapatkan dengan Kanwil Kemenag Jatim,’’ kata Agus.

Ketentuan baru otomatis mengakhiri penangguhan pendaftaran nikah yang diberlakukan sejak 23 April-29 Mei. Dalam ketentuan baru ini, akad nikah dapat dilangsungkan di KUA atau di luar. ‘’Harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat,’’ ujarnya.

Ketentuannya, antara lain, peserta yang mengikuti prosesi akad nikah maksimal 10 orang. Prosesi akad nikah di masjid atau gedung pertemuan maksimal 20 persen dari kapasitas ruangan, tidak boleh lebih dari 30 orang. Seluruh undangan wajib mengenakan masker, sarung tangan, dan jaga jarak minimal 1-1,5 meter. KUA juga wajib berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk memastikan proses akad nikah telah sesuai protokol kesehatan. ‘’Yang melanggar, prosesinya ditunda sampai yang bersangkutan berkomitmen mematuhi kaidah protokol kesehatan dalam ketentuan ini,’’ terangnya.

Ketentuan baru ini juga mengatur pendaftaran nikah untuk mengurangi risiko penyebaran Covid-19. Pendaftaran nikah dibuka secara online untuk meminimalkan kontak fisik dengan petugas KUA. ‘’Kami tegaskan kembali, ketika protokol kesehatan dilanggar, maka penghulu atau KUA wajib menolak proses akad nikah,’’ tegasnya.

Kepala Kemenag Kota Madiun Ahmad Munir berharap masyarakat tidak salah dalam mendefinisikan tatanan normal baru layanan nikah. Dalam ketentuan baru itu telah diatur mekanisme pendaftaran dan proses akad nikah. ‘’Kami wanti-wanti tetap mematuhi aturan yang ada. Intinya bagaimana akad nikah dapat berlangsung tapi tetap aman dari Covid-19,’’ kata Munir. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close