Langgar Aturan Jam Berjualan, Lapak PKL ‘’Disapu’’ Satpol PP

97

MADIUN – Korps penegak perda mulai menyapu bersih keberadaan pedagang kaki lima (PKL) mbalela.  Mereka kedapatan melanggar aturan jam berjualan. Sesuai regulasi Perwali 14/2016 yang berisi juklak Perda 14/2012 tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL, jam berjualan bervariasi. Mulai pukul 16.00 sampai pukul 24.00. ’’Satpol PP tidak melarang mencari nafkah, hanya harus menaati jam dagang yang sudah diatur,’’ kata Kabid Tibumtrama Satpol PP Kota Madiun Sunarto.

Beberapa aturan di antaranya, di kawasan PB Soedirman aturannya pukul 18.00 sampai 24.00. Alun-alun pukul 12.00-24.00. Untuk Jalan Mastrip, mulai pukul 18.00 sampai 24.00. Sedangkan Jalan Diponegoro, Kolonel Marhadi, Setiyaki, Stadion Wilis, S. Parman, Sumbawa, mulai pukul 16.00 sampai 24.00. ’’Jalan Pahlawan steril dari PKL kecuali waktu car free day (CFD),’’ ujarnya.

Penertiban dilakukan bersama tim gabungan dengan melibatkan personel Polsek Manguharjo, Denpom V/I Madiun, Kodim, dan Para Rider 501 Bajra Yudha/Madiun. ’’Banyak yang melanggar, terutama di alun-alun. Mereka sudah beroperasi pukul 09.30, untuk lapak yang ditinggal pemiliknya kami angkut semua,’’ jelasnya.

Sejumlah barang yang disita di antaranya terpal, meja kursi, perkakas, dan perlengkapan dagang lainnya. Razia berlanjut ke kawasan Jalan Pahlawan, PB Soedirman, dan Mastrip. Penyitaan dilakukan di kawasan jalan PB Soedirman. Satu lapak warung kopi ikut disita. ’’Ada satu yang ditunggu pemiliknya itu kami lakukan pembinaan,’’ urainya.

Dari dua lokasi tersebut berlanjut ke RSUD Soegaten. Tujuh PKL makanan dan minuman yang memadati pintu masuk rumah sakit pelat merah itu disita kartu identitasnya lantaran dianggap mengganggu. PKL tersebut dianggap mengganggu akses keluar masuk pasien  menuju rumah sakit. ’’Kalau pagi jalannya sempit. Juga ada yang meninggalkan lapaknya di kolong saluran air, kami angkut,’’ ujarnya.

KTP dan lapak yang disita PKL diperbolehkan diambil kembali hari ini (12/12). Sekaligus dilakukan pembinaan rutin. Kendati begitu, keberadaan PKL di RSUD Soegaten membutuhkan solusi strategis. ’’Belum  ada solusinya,’’ sebutnya. (mg2/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here