Suroan dan Suran Agung, Pendekar Luar Kota Boleh Datang, Syaratnya Tetap Santun

5412

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pelaksanaan tradisi Suroan (nyekar 1 Suro) dan Suran Agung di Kota Madiun mendapat perhatian luas. Senin (19/8), Wali Kota Madiun Maidi memimpin rapat koordinasi (rakor) dengan pihak Polres Madiun Kota beserta TNI dan perwakilan dari perguruan dan organisasi pencak silat di Kota Pendekar.

Rakor yang digelar di Gedung Soerjo Polres Madiun Kota itu membahas rentetan kegiatan di bulan Suro. Pola pengamanan pasukan mulai disusun. Terungkap, ada banyak agenda kegiatan di bulan Muharam. Seperti malam 1 Suro dan tepat 1 Suro ada tradisi pendekar Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) nyekar ke malam leluhur. Masih di bulan Suro, ada event Forum Bela Negara yang dilaksanakan di GOR Wilis pada 25—26 Agustus oleh anggota PSHT hasil Parapatan Luhur 2016 versi Jakarta. Serta penyelenggaraan Suroan PSHT Madiun mulai 30 Agustus—6 September. Dan, Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW) Tunas Muda, pada 15—16 September. ’’Kami sudah terbitkan surat edaran (SE) agar pelaksanaan Suroan (PSHT) dari anggota luar daerah digelar di kota masing-masing,’’ katanya.

Hartono, panitia Suran Agung dari PSHW Tunas Muda, menyebut ada sekitar 10 ribu pendekar dari luar daerah yang berkeinginan ikut tradisi tersebut. Mereka berasal dari beberapa daerah di eks Karesidenan Madiun. ’’Mereka nanti akan dikawal oleh masing-masing korlap/satgas,’’ ujarnya.

Wakapolres Madiun Kota Kompol Ali Rahmat mengatakan, secara umum pelaksanaan Suroan dan Suran Agung dapat diikuti oleh seluruh masyarakat. Baik dari dalam maupun luar Kota Madiun. Hanya, khusus bagi warga luar Kota Madiun, tidak diperkenankan menggunakan sepeda motor, tetapi kendaraan roda empat bak tertutup.

Dengan begitu, diharapkan pelaksanaan kegiatan berlangsung lancar dan situasi Kota Madiun kondusif. Untuk personel kepolisian yang dilibatkan tidak banyak seperti tahun-tahun sebelumnya, karena pengamanan nantinya juga akan melibatkan antar perguruan dan organisasi pencak silat.

’’Dari masing-masing perguruan yang ada di Karesidenan Madiun, Insya Allah mereka dengan kesadarannya yang tinggi akan menciptakan Madiun kondusif. Untuk persiapan personel, kita belum bisa menghitung. Kalau perlu, sebenarnya tidak perlu banyak-banyak lah, karena mereka sudah bisa mengamankan kegiatan,’’ terang Ali.

Wali Kota Madiun Maidi mengungkapkan, meski tidak ada penyekatan dalam pelaksanaan dua agenda besar itu, warga luar daerah yang datang ke Kota Madiun harus tetap santun. Dia pun meminta masyarakat, tidak terkecuali seluruh perguruan pencak silat, ikut menjaga Kota Madiun karena menjadi tumpuan bagi daerah lain.

‘’Semua tamu di Kota Madiun itu boleh dari mana saja. Tapi, tamu itu harus santun dan mengayomi masyarakat Kota Madiun. Jadi, yang sifatnya tidak santun, nggak usah ke Kota Madiun,’’ kata mantan sekda Kota Madiun itu. (her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here