Laka LantasMadiun

Laka Sugeng Rahayu: Minim Ramp Check, Bus Langganan Nabrak

MADIUN  – Dewi fortuna masih berpihak kepada Imam Turmudi. Setelah warga asal Desa Sidanegara, Kecamatan Kedungreja, Kabupaten Cilacap itu selamat dari kecelakaan tunggal bus Sugeng Rayahu nopol W 7079 UZ yang ditumpanginya kemarin (11/4).

Bus jurusan Jogjakarta-Surabaya itu celaka di Jalan Raya Solo-Madiun, tepatnya masuk Desa/Kecamatan Jiwan usai menabrak median jalan dan pohon sekitar pukul 03.15. Akibat kecelakaan itu sopir dan dua penumpang bus, termasuk Imam mengalami luka-luka.

Imam yang saat kejadian duduk di deretan kursi sebelah kanan mengaku bersyukur bisa selamat dari maut. Padahal, kondisi bagian depan bus rusak parah. Kaca depan pecah dan body bus bercat biru itu ringsek.

Dia mengaku hanya mengalami luka memar. Serta merasakan nyeri di bagian punggung dan babras di tangan. ’’Saat kejadian saya sedang posisi setengah ngantuk. Tidak tahu persis bagaimana kejadian kecelakaan tersebut,’’ katanya kepada Radar Madiun.

Selain Imam, ada Bambang Dermawan Estu Bagiyo yang menjadi korban kecelakaan tunggal bus Sugeng Rahayu tersebut. Warga asal Ngemplak, Sleman itu juga mengalami luka memar di kepala samping kanan. Keduanya sempat menjalani perawatan intensif di RSUD dr Soedono bersama dengan Mukiyar, sopir bus nahas tersebut.

Kanit Laka Polres Madiun Kota Iptu Tri Wiyono menuturkan, bus yang dikemudikan oleh Mukiyar asal Baureno, Bojonegoro itu melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Maospati. Bus berpenumpang sekitar 10 orang.

Saat sesampainya di lokasi kejadian, bus oleng. Ditambah lagi lampu penerangan jalan umum (PJU) dalam kondisi sudah mati. Sehingga mengganggu pandangan sopir. ‘’Diduga tidak bisa menguasai kemudi hingga menyebabkan bus oleng,’’ katanya.

Tri menambahkan bus kemudian menabrak median jalan dan terpelanting ke lajur kiri. Laju bus baru berhenti setelah menabrak pohon yang berada di bahu jalan. ‘’Saat kejadian posisi jalan itu memang gelap. Karena lampu PJU pada saat itu sudah padam,’’ ujarnya.

Dampak dari kecelakaan tersebut lalu lintas sempat tersendat. Karena banyak di antara pengguna jalan yang memilih berhenti sebentar untuk mengabadikan kejadian itu dengan menggunakan telepon genggam mereka. Begitu juga saat proses evakuasi bangkai bus. Kondisi bus yang sudah ringsek dan as roda sebelah kanan patah menyebabkan evakuasi berjalan lama.

Sementara itu terus berulangnya kecelakaan maut moda transportasi umum berupa bus, menurut Kasatlantas Polres Madiun Kota AKP Affan Priyo Wicaksono perlu dipikirkan melakukan ramp check pada bus reguler yang selama ini jarang dilaksanakan. ‘’Bisa empat faktor yang diperiksa, yakni manusia/sopir, sarana, prasarana, dan lingkungan,’’ katanya. (her/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close