Madiun

Lahan Bakal Porang Dibakar

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Polemik pembukaan lahan kebun kopi Kandangan, Desa/Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, bak bola panas yang menggelinding liar. Damis, warga setempat, bersitegang dengan Kepala Bagian Avdeling Kempo-Grenjeng PT Perkebunan Kopi Kandangan Eko Yulianto Kamis (8/10).

Belakangan diketahui status lahan bakal tanaman porang itu milik perusahaan tersebut. Keduanya terlibat adu mulut selama 10 menit. Pemicunya saat Eko memberikan penjelasan ke rombongan komisi B DPRD setempat yang melakukan inspeksi. Karena yang datang perwakilan, Damis yang ikut hadir menolak mendengarkannya. ‘’Pimpinan kamu pertemukan dengan kami. Jangan sampean yang bicara,’’ kata Damis kepada Eko.

Menurut Damis, pembukaan lahan tergolong perusakan alam. Apalagi, caranya dengan menyulutkan api ke ilalang dan pepohonan. Selain lokasinya sebagai penahan air, titik pembakaran juga mendekati kawasan cagar alam. ‘’Yang kami khawatirkan pembukaan lahan mengakibatkan bencana alam,’’ ujarnya.

Eko menerangkan, pembukaan lahan bukan keinginan perusahaan, melainkan warga. Perjanjiannya juga telah dibuat. Keputusan memberi izin atas dasar pemenuhan ekonomi warga. ‘’Yang jelas tidak ada investor. Izin diajukan atas nama pribadi pemohon,’’ bebernya.

Dia membenarkan pembukaan lahan seluas 4,6 hektare dengan cara dibakar. Aktivitas itu mulai dilakukan Minggu (4/10). Pihaknya mewanti-wanti pemanfaat lahan dan pekerja untuk tidak membakar dalam skala besar.

Disinggung tuntutan warga, Eko angkat bahu. Dia membandingkan kasus pembukaan lahan kali ini dengan tahun lalu di lokasi berbeda. ‘’Pemohonnya lebih banyak dan luas lahannya 50 hektare. Kalau diminta berhenti, semuanya harus berhenti,’’ ucapnya.

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Madiun Wahyu Widayat mengatakan, hasil sidak sebagai bahan mengurai persoalan. Salah satunya mencari kejelasan jenis izin yang digunakan perusahaan. Pihaknya perlu mengumpulkan berbagai pihak. Mulai penggarap, pemberi izin, dan lainnya. ‘’Kami berharap pembukaan lahan dihentikan dulu sampai masalahnya rampung,’’ kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa tersebut. (den/c1/cor)

Lahan Baru Digarap Bersama

INI pengakuan dari pemanfaat lahan PT Perkebunan Kopi Kandangan. Ismadi, warga Desa/Kecamatan Kare, menyebut lahan disewa selama dua tahun. Kesepakatannya, selain menanam porang, ada tanaman khusus yang diminta perusahaan untuk ditanam. ‘’Seperti gmelina, kopi, cengkih, atau tanaman lain,’’ ujarnya.

Ismadi menyebut, penggunaan lahan atas dasar persetujuan bersama. Juga tidak dipungut biaya karena sistemnya bukan menyewa. Dari total luas 4,6 hektare, dia hanya menggarap dua hektare. Dua hektare lainnya digarap Kepala Bagian Avdeling Kempo-Grenjeng PT Perkebunan Kopi Kandangan Eko Yulianto. ‘’Selebihnya, dikerjakan bersama-sama,’’ terangnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close