Ngawi

Lagi, Seorang Nakes di Ngawi Terjangkit Covid-19

Kasus Positif Bertambah Empat

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi –  Tenaga kesehatan (nakes) di Ngawi yang terpapar virus korona bertambah. Rabu (12/8) dinas kesehatan (dinkes) setempat merilis adanya seorang petugas medis sebuah klinik di Paron terkonfirmasi positif Covid-19. ‘’Secara keseluruhan ada empat kasus baru,’’ kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Ngawi drg Endah Pratiwi.

Endah menerangkan, seorang pasien positif baru itu merupakan istri nakes sebuah klinik di Paron. Satunya lagi merupakan petugas medis di tempat yang sama. Sementara, dua kasus lainnya merupakan pasien RSUD dr Soeroto yang semula berstatus suspect. ‘’Di sisi lain, pasien yang dinyatakan sembuh bertambah tujuh orang,’’ sebutnya.

Sementara itu, saat menggelar razia masker di Pasar Tepas, Geneng, kemarin, petugas satpol PP menemukan beberapa orang tidak mengenakan masker. ‘’Alasannya macam-macam. Kebanyakan anak muda. Seharusnya mereka bisa memberikan contoh kepada yang tua, bukan malah tidak taat protokol kesehatan,’’ kata Kabid Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Ngawi Arif Setiono.

Arif mengakui, kesadaran masyarakat mematuhi protokol kesehatan semakin menurun. Padahal, kasus positif Covid-19 terus bertambah. ‘’Semua wajib mengingatkan, bukan hanya kami dari satpol PP. Para perangkat desa sudah kami minta memberikan contoh menerapkan protokol kesehatan,’’ tuturnya.

Sesuai Perbup Nomor 15 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru, warga yang tidak mengenakan masker akan disita e-KTP-nya.  Bahkan, pihaknya sudah meminta dinas kependudukan dan pencatatan sipil (dispendukcapil) setempat memblokirnya selama 14 hari.

Arif menyebut, sejauh ini sudah 55 e-KTP yang ditahan gara-gara pemiliknya tidak mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah. ‘’Kami akan terus melakukan razia. Setelah pasar tradisional, kemungkinan turun ke jalan raya,’’ pungkasnya. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close