Madiun

Lagi, Pasien Positif Korona 16 Kota Madiun

Pulang Takziah dari Ngawi, Tertular 1 Juni, Terkonfirmasi 6 Juli

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Jumlah pasien positif Covid-19 terus bertambah. Senin (6/7), SMA, asal Kelurahan/Kecamatan Manguharjo, tercatat sebagai pasien nomor 16.

Deteksi perempuan 39 tahun itu terbilang lama. Selewat 29 hari pasca menghadiri pemakaman mertuanya di Sambirejo, Mantingan, Ngawi, 1 Juni lalu. Ketika itu, SMA bersama suami dan dua anaknya yang mendatangi rumah duka bertemu dengan saudara dari luar daerah. Mulai Malang, Jakarta, Riau, dan Sidoarjo.

Seperti dilansir Jawa Pos Radar Ngawi (30/6), ibu mertua dan dua saudara di Ngawi terkonfirmasi positif Covid-19. Atas temuan itu, TGTPP Covid-19 Kota Madiun melakukan swab test terhadap SMA, suami, dan anaknya pada 2 Juli. ‘’Pada 30 Juni itu, tiga anggota keluarga di Ngawi yang kontak erat saat takziah terkonfirmasi terlebih dahulu,’’ kata Jubir TGTPP Covid-19 Kota Madiun Noor Aflah.

Spesimen laboratorium swab test dengan metode polymerase chain reaction (PCR) itu dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya pada 3 Juli. Hasilnya baru diketahui kemarin. Sementara dua anaknya dinyatakan negatif. Untuk hasil spesimen laboratorium suami belum keluar. ‘’Dari empat, yang sudah keluar hasilnya baru tiga. Suami masih menunggu hasil,’’ ujarnya.

Kemarin, pasien nomor 16 dikirim ke ruang isolasi RSUD dr Soedono Madiun. Di hari yang sama, TGTPP Covid-19 Kota Madiun melakukan sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan di lingkungan tempat tinggal pasien yang bersangkutan. ‘’Hari ini (kemarin, Red) kami lakukan penyemprotan disinfektan di tempat tinggal pasien,’’ ungkapnya.

Temuan kasus baru ini meninggalkan pekerjaan rumah berat bagi TGTPP Covid-19 Kota Madiun. Sebab, pasien nomor 16 diketahui telah memiliki jeda waktu hampir sebulan sebelum dipastikan terkonfirmasi positif Covid-19. Dikhawatirkan selama itu telah beraktivitas seperti biasa. ‘’Karena baru terkonfirmasi hari ini (kemarin, Red), tracing akan diperketat,’’ tuturnya.

Butuh waktu lama untuk memastikan ke mana saja pasien nomor 16 itu bepergian hampir sebulan terakhir. Selain kontak erat dengan orang-orang terdekat. ‘’Kuncinya kembali pada keterbukaan pasien. Beberapa waktu lalu ada media yang menuliskan nama lengkap pasien sehingga menghambat tracing,’’ ungkapnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close