Laga Persinga vs Persebaya Digelar 16 Februari di GBT

87

NGAWI – Sulitnya menggelar laga Persinga Ngawi kontra Persebaya Surabaya akhirnya tersolusikan. Kemarin (11/2), PSSI memutuskan laga babak 32 besar Piala Indonesia 2018 itu digelar dengan sistem single match. Tidak home and away seperti pertandingan lainnya.

Dalam surat bernomor: 501/AGB/67/II-2019 yang ditandatangi oleh Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria tersebut, juga memuat bahwa pertandingan tersebut digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya pada 16 Februari mendatang. Sedangkan, jadwal kick off di mulai pukul 19.00. Selanjutnya, siapa yang menjadi pemenang pada laga itu bakal menghadapi Persidago Gorontalo di babak 16 besar.

Menanggapi hal tersebut, Manajer Persinga Ngawi Didik Purwanto memahfumi putusan PSSI. Dia mengaku tak punya pilihan lain. Sebaliknya, dia menganggap sistem single match itu merupakan keputusan terbaik. Meskipun dinilai kurang menguntungkan Persinga. ‘’Yang penting ada kejelasan dari PSSI terkait keputusan laga lawan Persebaya. Sejak awal kami memang sudah siap apapun keputusannya,’’ kata Didik kepada Jawa Pos Radar Ngawi.

Telah ditentukannya laga Persinga lawan Persebaya itu sekaligus melegakan coach Fahmi Amiruddin. Sebelumnya, nasib Slamet “Larso” Hariyadi dkk sempat terkatung-katung karena tak kunjung adanya kepastian jadwal pertandingan.

Karena itu, Fahmi mengaku lega. Selanjutnya, dia bakal menyiapkan para pemain untuk menghadapi laga tersebut. ‘’Sebelumnya manajemen meliburkan para pemain dalam empat hari terakhir,’’ ungkapnya.

Ditanya soal peluang membawa victory ke Stadion Ketonggo, Fahmi justru merendah. Sebab, Laskar Ketonggo –julukan Persinga– memang tidak ditarget apapun dalam ajang Piala Indonesia. Meski begitu, dia berharap para pemain tetap tampil allout. Seperti halnya ketika berhadapan dengan Persis Solo dan Persegres Gresik.

Fahmi juga meminta anak asuhnya tidak cepat down. Kendati harus bermain dibawah tekanan puluhan ribu Bonekmania –sebutan pendukung Persebaya– di GBT. ‘’Memang oleh manajemen tidak ditarget. Tapi saya berpesan jaga marwah Ngawi. Kalah tidak apa-apa asalkan tidak telak,’’ katanya. (tif/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here