Kutukan Wilis Belum Berakhir

113

MADIUN – Entah apa yang salah dari Stadion Wilis bagi para penggawa Madiun United (MU). Mereka lagi-lagi kalah di kandang sendiri kemarin (15/4) melawan Lamongan FC dengan skor akhir 2-3 (0-3). Bahkan, MU sempat tertinggal tiga gol terlebih dahulu hanya dalam waktu 30 menit di babak pertama. ‘’Ketika bermain di kandang, para pemain seperti ada beban,’’ tutur coach MU Moh. Hasan.

Parahnya, dalam hitungan detik gawang MU yang dikawal Irshadul Anam bisa jebol. Hujan deras mengguyur sejak kickoff. Begitu wasit R. Farid meniup peluit kickoff, hanya melalui empat sentuhan bola, striker Lamongan FC Andi Ardiansyah mampu menceploskan bola. Gol itu menjadi salah satu yang tercepat sepanjang Liga 3 Regional Jatim digelar. Konsentrasi pemain MU langsung kocar-kacir. Kendali permainan dipegang Lamongan FC.

Di menit 11, winger Lamongan FC Rizki Putra menggandakan keunggulan melalui serangan balik cepat. Keunggulan dua gol membuat para pemain Lamongan FC lebih bermain lepas dari tim tuan rumah. Kerap beberapa kali para pemain MU salah umpan. Baik di pertahanan lawan maupun di sepertiga lapangan sendiri. Dampaknya, winger Lamongan FC M. Thoriq pun mampu menambah keunggulan menjadi 0-3 melalui bola chip mengelabui kiper MU Anam. ’’Setelah itu (kebobolan tiga gol, Red), baru mulai tertata permainannya,’’ ujarnya.

Gol ketiga Lamongan FC, di mata Hasan, lebih disebabkan kesalahan di lini pertahanan MU. Saat itu, bek yang juga kapten Moh. Saddam telat naik sejajar dengan tiga bek lainnya tatkala pemain Lamongan FC meluncurkan umpan jauh. Alhasil, perangkap offside pun gagal. MU baru bisa membalas melalui penalti yang sukses ditunaikan Moh. Saddam di menit 81’. Gol kedua MU dilesakkan Bayu Priono melalui skema serangan umpan pendek. ’’Dari sisi permainan, sudah bagus. Mental yang perlu dibenahi,’’ beber Hasan.

Hasil kemarin membuat MU melorot ke peringkat lima grup B dengan perolehan poin empat. Sementara, kemenangan Lamongan FC membuat posisi mereka aman di puncak klasemen dengan torehan 12 poin. MU baru akan bermain Minggu mendatang (22/4) melawan Triple S Kediri. Jeda waktu satu minggu coba dimanfaatkan Hasan mengistirahatkan para pemain agar bisa fresh kala bertandang ke markas Triple S. ’’Peluang lolos melalui tiga besar belum tertutup. Yang jelas di Kediri wajib menang,’’ jelasnya.

Pelatih Lamongan FC Mahfud Syafii terkejut dengan permainan anak asuhnya. Awalnya, dia menginstruksikan para pemain untuk hati-hati melawan MU. Sebab, tim dibayangi kekalahan saat laga away pertama melawan Malang United, awal April, dengan skor 2-1. Gol di menit pertama yang dilesakkan striker Lamongan FC Andi mengejutkan Mahfud. ’’Mestinya itu gol tercepat di Liga 3 karena hanya empat sentuhan. Berkat gol itu pula pemain lebih percaya diri menekan. Dari sisi mental menjadi lebih unggul dibanding lawan,’’ kata Mahfud.

Raihan kemenangan di Stadion Wilis membuat Lamongan FC bertahan di puncak klasemen. Sekalipun Malang United mengantongi poin sama 12 dengan Lamongan FC. Namun demikian, Mahfud menyebut posisi timnya belum aman. Masih perlu evaluasi untuk terus mengamankan posisi puncak hingga akhir. ’’Dari sisi permainan, perlu ada evaluasi untuk transisi permainan, dari bertahan ke menyerang, dan juga sebaliknya,’’ pungkasnya. (naz/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here