Ponorogo

Kurva Korona di Ponorogo Masih Melonjak

Terkonfirmasi 15, Sembuh 5

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Kurva kasus Covid-19 di Ponorogo melonjak. Kamis (3/9) ada tambahan 15 kasus terkonfirmasi. Sehingga, total ada 276 kasus. ‘’Ini harus jadi kewaspadaan seluruh masyarakat, untuk terus memperhatikan protokol pencegahan Covid-19,’’ kata Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni.

Sejumlah tambahan kasus baru merupakan hasil pelacakan kontak dengan pasien positif sebelumnya. Juga dari hasil tes mandiri. Pasien 262, misalnya. Warga Ngloning, Slahung, itu menjalani tes polymerase chain reaction (PCR) mandiri di rumah sakit Surabaya. Perempuan 50 tahun itu hendak pergi ke Hongkong. ‘’Setelah diketahui positif, pulang naik travel dan langsung dibawa ke RSUD dr Harjono,’’ terangnya.

Kasus 264, perempuan 79 tahun asal Jurug, Sooko, hasil rapid test mandirinya reaktif saat hendak operasi di rumah sakit. Pun uji swab-nya positif. Kasus 267, laki-laki 52 tahun asal Babadan, ke rumah sakit dengan keluhan demam dan memiliki riwayat diabetes. ‘’Pekerjaannya sopir bus,’’ kata bupati.

Di sisi lain, hanya ada tambahan lima pasien sembuh. Terperinci, pasien 218 (Tambakbayan), pasien 232 (Tonatan), pasien 235 (Sukosari), pasien 239 (Poko), dan pasien 242 (Kauman). ‘’Mari berharap agar pasien yang saat ini dirawat dapat segera sembuh,’’ tuturnya.

Kondisi tersebut menandakan bahwa risiko penularan di Ponorogo masih tinggi. Ipong mengimbau masyarakat tetap disiplin mematuhi protokol pencegahan Covid-19. Masker harus selalu dipakai saat beraktivitas di luar rumah. Jaga jarak agar tidak mudah tertular orang yang dikenal atau tidak. ‘’Mari saling menjaga, peduli, dan melindungi agar Ponorogo terbebas dari pandemi Covid-19,’’ ajaknya. (naz/c1/sat)

Kapasitas RSUD Tidak Pernah Penuh

RSUD dr Harjono Ponorogo masih sanggup menampung lonjakan pasien kasus Covid-19. Lonjakan kasus tidak sampai menimbulkan peningkatan jumlah pasien lantaran perawatan disebar. ‘’Sesuai rilis bupati, tambahan pasien positif itu bisa diisolasi di rumah sakit selain RSUD, di selter, maupun mandiri,’’ kata Direktur RSUD dr Harjono Ponorogo Made Jeren Kamis (3/9).

Hingga kemarin, masih ada 42 pasien di Ponorogo yang menjalani isolasi, termasuk pasien baru. Menurut Made, seluruh tambahan pasien tidak harus dirawat di RSUD. ‘’Selama ini, total kapasitas perawatan bagi pasien Covid-19 tidak pernah terisi penuh,’’ ujarnya.

Di rumah sakit pelat merah ini, terdapat 38 tempat tidur untuk pasien Covid-19. Semua di ruang isolasi. Awalnya 24 tempat tidur, kemudian ditambah delapan. Belakangan, ditambah enam lagi. ‘’Selama ini, maksimal terpakai 20 tempat tidur dalam satu waktu,’’ ungkapnya sembari menambahkan pasien tanpa gejala bisa dirawat di selter atau isolasi mandiri. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close