Mejayan

Kuota Pupuk Subsidi Sekarat

Sisa Sembilan Persen, Diprediksi Habis Oktober

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Sisa stok pupuk subsidi untuk petani Kabupaten Madiun tinggal menghitung hari. Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) setempat memprediksi alokasi 42,5 ribu ton bakal habis bulan depan. ‘’Tidak cukup sampai akhir tahun. Saat ini tersisa sembilan persen,’’ kata Ketua KTNA Kabupaten Madiun Suharno Selasa (29/9).

Suharno menyebut, para petani telah terbiasa menggunakan pupuk subsidi. Selain mengurangi beban biaya operasional, hasil panen terbilang melimpah. ‘’Kami mendesak penambahan alokasi untuk mencukupi kebutuhan pupuk petani Kabupaten Madiun,’’ ujarnya.

Dia mafhum pembagian jatah pupuk subsidi ke daerah menjadi wewenang Pemprov Jawa Timur. Namun, dalam kasus penggunaan, sejumlah daerah disebut minim menyerap. Di Madiun Raya, serapan Pacitan baru sekitar 50 persen dari total alokasi. ‘’Seharusnya pemprov mengalihkan alokasi di daerah yang minim serapan itu ke daerah yang kekurangan,’’ tuturnya.

Di sisi lain, Suharno tidak memedulikan program kartu tani sebagai syarat membeli pupuk subsidi. Sebab, proses cetak belum selesai 100 persen. Kebijakan membolehkan pembelian secara manual dinilai sia-sia. Sebab kuota pupuk subsidi saat ini sekarat. ‘’Kalau boleh beli pupuk subsidi seperti biasa, tapi barangnya tidak ada, ya sama saja,’’ ucapnya.

Wakil Bupati Madiun Hari Wuryanto sepakat dengan KTNA. Alokasi pupuk subsidi memang berdasar input di elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (e-RDKK). Namun, masa tanam padi antara satu daerah dengan lainnya berbeda. ‘’Ada yang bisa tanam tiga kali atau hanya dua kali dalam setahun,’’ ujarnya.

Hari Wur, sapaan wabup, menyebut, dinas pertanian dan perikanan (disperta) telah berkirim surat ke pemprov. Mengajukan permohonan relokasi dari kota atau kabupaten lain yang serapannya rendah. ‘’Tapi, hingga kini belum ada tanggapan,’’ ungkapnya.

Wabup menilai, para petani punya mindset bahwa pupuk subsidi bisa menunjang produktivitas. Persoalannya, jatah pupuk subsidi tahun ini berkurang drastis. Alokasinya turun menjadi 42,5 ribu ton dari sebelumnya 92,2 ribu ton. ‘’Per 15 September lalu penyerapannya sudah mencapai 90 persen,’’ sebutnya. (den/c1/cor)

Alihkan Alokasi di Tingkat Kecamatan

BAK pungguk merindukan bulan. Keinginan Pemkab Madiun dan KTNA mendapat tambahan pupuk subsidi dimentahkan Pemprov Jawa Timur. Pengalihan jatah pupuk subsidi antardaerah mustahil dilakukan. ‘’Sudah tidak mungkin merelokasi pupuk subsidi antardaerah (kota/kabupaten),’’ kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan) Jatim Hadi Sulistyo via sambungan telepon Selasa (29/9).

Hadi tidak sepemikiran dengan KTNA dan pemkab. Jatah pupuk subsidi suatu daerah yang tidak terserap maksimal bisa dioper ke daerah lain. Alasannya, setiap kota atau kabupaten membutuhkannya. Di sisi lain, alokasi yang diterima dari pemerintah pusat menyusut. ‘’Kami dapat 2,2 juta ton. Terpangkas separo lebih dari 4,9 ton yang diterima tahun lalu,’’ ungkapnya sembari memerinci penyaluran alokasi tahap pertama 1,3 juta ton dan selanjutnya 938 ribu ton.

Dia tidak memungkiri serapan pupuk subsidi masing-masing daerah berbeda. Namun, hal itu tidak bisa dijadikan alasan mengoper jatah. ‘’Penyerapan di Jatim saat ini 70 persen,’’ sebutnya.

Disinggung stok pupuk subsidi Kabupaten Madiun yang tengah sekarat, Hadi  memberikan usulan. Yakni, mengoper jatah di tingkat kecamatan. ‘’Kecamatan yang penyerapannya kurang, bisa dialihkan ke kecamatan lain yang membutuhkan,’’ tandasnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close