Kunjungan Tak Dongkrak Suara Signifikan

32

PONOROGO – Pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno sama-sama meninggalkan jejak di Ponorogo. Radar Ponorogo merangkum kunjungan keempat publik figur itu setahun terakhir.

Sebagai presiden, Jokowi melihat progres pembangunan Waduk Bendo, serta membagikan sertifikat tanah di alun-alun Ponorogo. Akhir Januari, Ma’ruf Amin juga silaturahmi ke Pondok Modern Darussalam Gontor dan Ponpes Al Islam Joresan. Dia juga sempat ziarah ke makam KH Hasan Besari di Tegalsari.

Prabowo Subianto juga sempat mengunjungi Pondok Modern Darussalam Gontor. Capres 02 itu makan bersama relawan dan tokoh masyarakat di Bumi Reyog. Sandiaga Uno lebih banyak agenda mengunjungi Ponorogo, Desember lalu. Ziarah ke makam pendiri Pondok Gontor, doa bersama warga nadhliyin di Masjid Tegalsari, menemui mahasiswa dan petani, hingga mengunjungi Pasar Legi Songgolangit.

Pengamat politik Bambang Widiyahseno menilai intensitas kunjungan kedua paslon bukan menjadi penentu hasil akhir. Kunjungan-kunjungan semacam itu, kata dia, tak cukup efektif. ‘’Karena di setiap kunjungan, mereka tidak mengikat seluruh kluster suara. Hanya tokoh-tokoh yang ada di atas. Tapi di bawah, sangat mungkin tidak tersentuh,’’ ujarnya.

Kendati Jokowi-Ma’ruf unggul sementara mengacu real count bakesbangpol, Bambang menaruh respek terhadap Prabowo-Sandi. Capaian suara mereka, dia sebut relatif tinggi lantaran hanya diusung empat partai; Partai Gerindra, PKS, PAN, dan Partai Demokrat. ‘’Meskipun hasil penghitungan sementara itu tidak berubah banyak. Perolehan suara paslon 01 memang tinggi. Karakteristik pemilih Ponorogo dengan daerah-daerah se-Jatim tak jauh berbeda,’’ jelasnya.

Wakil Rektor III Unmuh Ponorogo itu berpendapat, keunggulan sementara Jokowi-Ma’ruf banyak dipengaruhi mesin politik yang bergerak dengan baik di Ponorogo. Sebab, kepentingan yang dibawa tak sebatas memenangkan capres dan cawapres. Juga, mengibarkan bendera partai pengusung dengan calegnya masing-masing. ‘’Peran partai pengusung dan pendukung cukup krusial. Mungkin akan berbeda hasilnya kalau pilpres dan pileg tak digelar serentak,’’ urainya. (naz/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here