Kasihan, Balita Usia Setahun Ini Tercebur Air Mendidih

61

PONOROGO – Rutinitas keluarga Misdi sore itu berlangsung normal saja. Sampai, Arif Nur Hasan, putranya tercebur ke dalam panci berisi air mendidih, Selasa (28/6). Balita 17 bulan yang masih belum tahu apa-apa itu berjalan mundur dan seketika tercebur ke dalam rebusan air untuk berbuka puasa sekitar pukul 17.00. ‘’Saat itu, ibunya (Sulatih, istri Misdi) sedang di depan dan saya masih sibuk di dapur,’’ ujar Misdi.

Dengan tergopoh, Misdi pun seketika mengangkat anaknya yang berteriak kesakitan itu. Bocah itu didera luka bakar di sekujur dada hingga lutut. Dia dan istrinya bergegas melarikan putranya ke bidan desa. Diberi salep untuk penanganan pertama dan langsung disarankan rujuk ke rumah sakit. Esok paginya, Misdi baru membawa sang anak ke RSUD dr Harjono. ‘’Mau dioperasi, tapi kami khawatir biayanya. Tidak punya BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial),’’ terang warga Sidoharjo, Jambon itu.

Kegundahan Misdi mengundang simpati. Seorang warga lantas mengunggah kisah nestapa ini ke medsos. Dalam hitungan 24 jam, kisahnya pun viral di Bumi Reyog. Arif yang sejak Rabu pagi (29/5) tergolek di bangsal isolasi akhirnya mendapat jaminan finansial dari sejumlah donatur. Baik perorangan maupun komunitas sosial dan baznas setempat. Arif masuk ruang operasi pukul 11.00. Sejam kemudian, balita itu tampak pulas ketika digelendeng dua perawat dari ruang operasi. ‘’Kamis ini (kemarin) dioperasi,’’ bebernya.

Dr Siti Nur Faidah menjelaskan, luka bakar yang diderita Arif cukup besar. Sehingga membutuhkan banyak asupan nutrisi untuk memenuhi cairan tubuh yang hilang. Mendapatkan dua infus sekaligus di tangan dan kaki. ‘’Balita umumnya kurang bisa mentolerir kehilangan cairan,’’ katanya.

Kabid Pelayanan Medik RSUD dr Harjono itu mengingatkan kondisi korban sejauh ini masih rentan terhadap infeksi kuman. Sehingga belum bisa sembarangan dijenguk. Di ruang isolasi Delima, balita yang mengalami luka bakar hingga 47 persen itu memasuki fase pemulihan. (naz/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here