Ponorogo

Kukuh Sri Pakuaji Menuju AYIMUN 2020 di Malaysia

Panggung untuk Kukuh Sri Pakuaji yang suka berdiskusi tidak tanggung-tanggung. Remaja 18 tahun itu terpilih sebagai delegasi Indonesia di Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) 2020. Menjadi debat pertamanya di kancah internasional.

=================== 

DILA RAHMATIKA, Ponorogo, Jawa Pos Radar Ponorogo

NOTIFIKASI e-mail masuk muncul di layar smartphone Kukuh Sri Pakuaji Sabtu lalu (19/10). Pesan elektronik dari Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) itu berjudul Letter of Acceptance. Mengumumkan bahwa remaja 18 tahun itu lolos sebagai salah satu peserta AYIMUN di Malaysia 22-25 Februari 2020. ‘’Senang banget terpilih jadi delegasi Indonesia,’’ katanya.

AYIMUN adalah konferensi internasional dengan delegasi para anak muda dari beberapa negara di Asia. Mereka dikumpulkan untuk diskusi membahas isu-isu terkini di masing-masing negara peserta itu. Kukuh mengetahui AYIMUN ketika kelas XI SMA. Dia lantas mencari informasi kegiatan yang bisa mewadahi hobi berdiskusi dan menyampaikan pendapat di muka umum. Tidak hanya dirinya, pun ada teman sekelasnya terpilih mengikuti forum itu. ’’Tapi saya baru daftar bulan ini karena sampai kelas XII fokus persiapan ujian nasional,’’ ujarnya.

Awal bulan ini Kukuh melakukan registrasi. Tidak disangka lolos administrasi dan ikut seleksi wawancara online. Selain ditanya latar belakang mendaftar, juga diminta memilih lembaga internasional sebagai bahan topik pembahasan dalam konferensi. ‘’Saya pilih UNESCO,’’ tutur warga Jalan Arif Rahman Hakim, Keniten, Ponorogo, itu.

Pilihan UNESCO didasari keresahan Kukuh terkait budaya lokal yang tergerus kemajuan teknologi. Dalam sudut pandangnya, isu itu cukup krusial. Seperti penggunaan gadget berlebihan yang rentan membuat seseorang menjadi antisosial. ‘’Jangan sampai budaya tegur sapa itu tersisihkan,’’ katanya.

Kukuh tengah memperkaya literasi dan belajar conversation bahasa Inggris untuk persiapan AYIMUN. Modal untuk membuatnya tampil lebih percaya diri. Di luar itu, dia menunggu pengumuman beasiswa di salah satu pendidikan tinggi di Tiongkok. ‘’Daftar jurusan ekonomi dan perdagangan internasional,’’ ungkap kukuh. ***(cor/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close