Kubro Tani, Tari Jenaka dengan Personel Ibu dan Anak

15
MIRIP JOKER: Para penari tari kubro selesai pentas di alun-alun Pacitan beberapa waktu lalu.

Aksi ibu-ibu dan anak asal lingkungan Kauman, Pucangsewu, di atas panggung kerap mengocol perut penonton. Cemong di wajah menyerupai badut. Tapi, jangan salah sangka. Mereka tidak memainkan peran Joker, melainkan menarikan tari kubro tani.

================= 

DENI KURNIAWAN, Pacitan, Jawa Pos Radar Pacitan

RIASAN tiga warna menutupi wajah para penari perempuan dalam acara festival di alun-alun Pacitan beberapa waktu lalu. Cemong merah pada bibir, hitam di mata, dan putih sebagai warna dasar. Lenggak-lenggok di atas panggung dibalut surjan hijau tua.

Suasana yang awalnya serius berubah menjadi cair. Gelak tawa penonton pecah kala sejumlah bocah berwajah cemong dengan riasan serupa naik ke atas panggung. Mereka bergabung dalam formasi tarian. Riuh tepuk tangan ketika masing-masing penari meletakkan wadah anyaman bambu di atas kepalanya. Tanda pertunjukan telah selesai. ‘’Mereka memainkan tari kubro tani,’’ kata Monique Maureen, koordinator kelompok penari tersebut.

Para penari pembuka festival ini adalah anggota keluarga berstatus Ibu dan anak. Mereka semua tinggal di RT 01, RW 01, lingkungan Kauman, Pucangsewu, Pacitan. Suguhan kesenian itu diiringi musik perkusi. Kreasi pementasan tari kubro tani tidak terbatas. Tema bebas, dimainkan kapan saja dan dalam acara apa pun. Yang menjadi khas adalah pemainnya, emak-emak bersama anaknya. Jumlah harus genap karena gerakannya berpasangan. ‘’Tema kali ini terinspirasi semangat bekerja petani kopi,’’ ujar Monique.

Aksi menghibur tidak hanya di panggung, tapi juga perjalanan menuju lokasi pentas. Para penari berangkat bersama naik mobil bak terbuka. Mereka menjadi pusat perhatian para pengguna jalan. Tidak sedikit yang mengajak foto bareng. Sekilas dandanan mirip Joker, karakter penjahat dalam cerita fiksi Batman. ‘’Dandannya di rumah,’’ imbuh Monique.

Kelompok ini hanya berlatih ketika ada permintaan manggung. Dibentuk atas dasar kebersamaan. Para anggotanya ibu muda hingga sudah memiliki cucu. Latihan dilaksanakan di halaman musala lingkungan setempat. ‘’Sore atau malam karena menyesuaikan waktu longgar masing-masing anggota,’’ terangnya. ***(cor/c1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here