Krisis Pegawai-Armada Terpa Satpol PP

47

MEJAYAN – Kualitas layanan di bidang ketertiban umum dan ketentraman masyarakat (tibumtranmas) di kabupaten Madiun menjadi pertaruhan satuan polisi pamong praja (Satpol PP). Sebab, korp penegak perda itu krisis pegawai akut. Dari 250 kebutuhan ideal, hanya tersedia 69 personel untuk menjaga ketertiban umum. ‘’ Idealnya personel mencapai 250an agar bisa disebar di 15 kecamatan,’’ Kasatpol PP Kabupaten Madiun Supriyanto kemarin (2/4).

Supriyanto menuturkan 69 personel itu terbagi dalam tiga bidang. Perinciannya 62 untuk bidang trantibumas dan penegakan produk hukum, serta tujuh damkar. Sedangkan tujuh personel damkar harus meng-cover 15 kecamatan. Bupati Madiun penghujung tahun ini berencana merekrut tambahan tenaga operasional satpol PP. ‘’ Usulan itu sudah disampaikan pak bupati ke DPRD bersamaan laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPj) 2018,’’ tegasnya.

Tak hanya krisis personel, satpol PP kabupaten Madiun juga minim armada pemadam kebakaran. Saat ini pemkab hanya memiliki dua unit mobil pemadam kebakaran, untuk mengcover 15 kecamatan. tujuh personel damkar harus ektra sabar lantaran mobil pemadfam kebakaran kerap keluar masuk bengkel karena termakan usia. ‘’Ya mudah-mudahan bisa terealisasi tahun ini tambah dua unit lagi. Kami coba minta bantuan ke pemprov,’’ papar Supriyanto.

Kabid Trantibumas Satpol PP Kabupaten Madiun Krisna Setiyawan mengatakan beban kerja petugas pemadam kebakaran dengan  wilayah 15 kecamatan dirasa berat. belum lagi kendaraan operasional hanya dua unit dinilai masih jauh dari ideal untuk mewujudkan pelayanan prima. belum lagi sarana-prasarana (sarpras) tersebut menginduk di Puspem Caruban. Sehingga kerepotan seandainya terjadi kebakaran di wilayah selatan, barat, atau timur. Sebab waktu dan akses yang harus ditempuh cukup jauh. Jalinan kerjasama dengan damkar kabupaten atau kota tetangga masih menjadi senjata ampuh untuk melepaskan diri dari problem tersebut. ‘’Misalnya, damkar Kota Madiun meluncur terlebih dulu ketika ada kebakaran di wilayah Jiwan,’’ ujarnya.

Sepanjang tahun lalu, total ada 18 kejadian kebakaran di Kabupaten Madiun. Sedangkan mulai Januari hingga Maret tahun ini sudah ada lima kasus. Krisna memetakan ada empat wilayah rawan kebakaran. Yakni Wungu, Jiwan, Pilangkenceng, dan Dolopo. Keempat daerah tersebut tergolong tertinggi angka kasus kebakaran selama satu tahun terakhir. ‘’Hasil evaluasi, kebakaran paling sering berdekatan dengan hutan dan kebiasaan warga yang lupa mematikan alat listrik dan memasak,’’ ungkapnya.

Terpisah, Sekdakab Madiun Tontro Pahlawanto menyebut penambahan petugas operasional satpol PP honorer masih sebatas wacana. Sebab baru sebatas menginformasikan ke dewan bersamaan pembahasan LKPj. Sehingga belum bisa dipastikan jumlah penambahannya karena perlu menaksir kecukupan anggaran. Namun, dia tidak memungkiri rencana menambah personel termasuk skala prioritas dalam perubahan anggaran keuangan (PAK). ‘’Kalau operasional damkar tahun depan,’’ ujarnya sembari menyebut ideal damkar lima unit. (cor/pra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here