Kreativitas Catur Widijanto Sulap Handuk Bekas Jadi Barang Kerajinan

107

Setelah gagal bereksperimen dengan kain kaus, Catur Widijanto berhasil menyulap handuk bekas menjadi berbagai barang kerajinan yang apik. Pun, produknya sudah merambah ke berbagai daerah.

SIANG itu Catur Widijanto tampak sibuk memindahkan pot separo jadi dari teras ke dalam rumah. Satu per satu benda memanjang dan bergurat khas itu diangkatnya. Sesaat setelah melewati pintu samping rumah, sejumlah benda serupa terkumpul di sudut ruangan. Bedanya, telah dilapisi berbagai warna. ‘’Prosesnya memang seperti ini. Didiamkan dalam ruangan, dijemur langsung di tempat terbuka, baru dicat,’’ kata Catur.

Berbeda dengan perajin pot umumnya, Catur tidak memakai bahan tanah liat, melainkan handuk bekas. Lekuk garis dan ornamen yang khas menjadi alasan utama. Selain itu, lebih kokoh dibanding pot yang menggunakan bahan-bahan cara konvensional.

Catur tertambat hati dengan handuk bekas untuk membuat pot sejak pertengahan 2015. ‘’Sebelumnya pernah gagal saat mencoba dengan bahan yang lain,’’ ujar warga Dusun Krajan, Desa Kuniran, Kecamatan Sine, ini.

Menggunakan adonan semen, pasir, lem, dan air, tangan Catur lebih dulu akrab dengan kain kaus. Kala itu, ide datang lantaran ingin menciptakan sesuatu yang baru. ‘’Kalau pakai kaus, jadinya cepat pecah,’’ tutur pria 52 tahun itu.

Hampir empat tahun menekuninya, berbagai barang kerajinan berhasil dibuat Catur. Mulai pot, vas bunga, sampai asbak. Pun, produk hasil ulah kreatifnya sudah menyeberang hingga luar pulau, bahkan mancanegara. Memanfaatkan kemajuan teknologi, peminat datang dari Surabaya, Jakarta, Papua, hingga Singapura. ‘’Handuk bekasnya cari ke teman-teman, pasti dikasih daripada dibuang,’’ ucapnya.

Catur tidak pelit ilmu. Kepiawaian menyulap handuk bekas menjadi barang bermanfaat, dia bagi-bagi. Suami Sri Mulaningsih itu sengaja memberikan pelatihan kepada sejumlah remaja masjid di desanya. Komposisi adonan bahan, cara membuat pola, sampai teknik menjemur ditularkan kepada mereka. ‘’Finishing-nya pakai cat semprot, tapi harus didasari dengan cat tembok warna abu-abu lebih dulu,’’ jelasnya. ***(isd/c1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here