AdvertorialNgawi

Kreasikan Versi Legenda Negeri Ngawi Ramah, SMPN 2 Ngawi Libatkan 200 Pelajar

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Tema Legenda Negeri Ngawi Ramah dipilih SMPN 2 (Espero) Ngawi untuk ditampilkan dalam karnaval HUT ke-74 RI Minggu lalu (18/8). Namun, kali ini dikemas berbeda dengan versi yang sudah ada sebelumnya. ‘’Kami coba untuk menyesuaikannya dengan potensi yang ada,’’ kata Kepala SMPN 2 Ngawi Hary Supriyono.

Rombongan Espero kali ini berjumlah sekitar 200 siswa. Mereka mengarak replika Singo Lodro yang berdiri gagah ditunggangi Ki Ageng Ta’awun. Simbol cerita hilangnya keris pusaka Nogososro Sabuk Inten dari Kerajaan Demak.

Raden Ronggo -sultan Demak- mencurigai pendekar Singo Lodro Joyo sebagai pencurinya. Singkat cerita, Raden Ronggo lantas mengeluarkan sabda akan memberikan nama ’’Ngawi’’ untuk tempat tersebut. ‘’Kami ingin mengingatkan kembali kalau nama Ngawi itu berasal dari sabdanya sultan Demak tersebut,’’ papar Hary.

Sebagai bentuk kreasi, cerita tersebut dimodifikasi dengan memasukkan pesan untuk menjaga alam. Karena itu, selain tampil spektakuler, tim Espero mengajak masyarakat menekan sampah plastik. Apalagi, sekolah peraih juara karnaval tahun lalu itu kini berstatus sebagai sekolah adiwiyata tingkat nasional.

Pun, Bupati Ngawi Budi Sulistyono sudah membuat edaran supaya siswa-siswi ikut mendorong upaya menekan sampah plastik itu. ‘’Intinya, selain ingin menjaga kearifan lokal, kegiatan ini menjadi bentuk penghargaan kami terhadap para pejuang yang telah menjadikan Indonesia berjaya dan maju,’’ ungkapnya. (ti8/tif/c1/isd/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close