KPU Pacitan Kebut Setting Logistik Pemilu

39

PACITAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pacitan harus bekerja keras menyiapkan logistik Pemilu 2019. Usai proses sortir dan lipat surat suara, sejak pekan  lalu para petugas disibukkan memasukkan paket logistik ke kotak suara. Sedangkan ribuan surat suara rusak hingga kini belum penggantinya belum diterima. ‘’(Surat suara) yang rusak akan kami susulkan,’’ kata Wakil Komisioner Divisi Logistik KPU Pacitan Sulis Setyorini kemarin (4/4)

Meski penggantinya telah diajukan ke KPU RI, namun pihaknya belum tahu kapan dikirim. Untuk mengantisipasi hari H pemilu yang semakin mepet, logistik pengganti tersebut bakal dialokasikan untuk kelurahan sekitar Kecamatan Pacitan (kota). Sehingga, proses distribusi dapat dilakukan untuk menekan risiko keterlambatan. ‘’Sebelum dikirim ke tempat pemungutan suara (TPS) tetap harus melalui kecamatan dan desa dulu,’’ terang Rini, sapaannya.

Rini menambahkan saat ini, distribusi logistik diutamakan ke wilayah yang jaraknya jauh. Di antaranya Kecamatan Donorojo, Tegalombo, Bandar, Nawangan, Sudimoro dan Donorojo. Hal tersebut guna mengantipasi molornya pengiriman akibat terkendala cuaca yang tidak menentu di Pacitan. ‘’Saat ini masih musim penghujan, jadi harus dipertimbangkan matang-matang,’’ jelasnya.

Beberapa logistik seperti surat suara, alat coblos hingga formulir dan tinta pun dikemas jadi satu dalam kotak suara. Meski memiliki tiga gudang, semua proses setting dilakukan di Gedung Yabi. Ribuan logistik yang terpisah tempat penyimpanan itu bakal dikirim bertahap ke gedung tersebut untuk dijadikan satu. ‘’Lokasinya luas dan proses pengamanan mudah,’’ paparnya.

Rini menargetkan proses setting tuntas pekan ini. Sebab, 10 April mendatang seluruh logistik sudah berpindah ke gudang kecamatan. Dilanjutkan pengecekan serta pengirimanke desa-desa dua hari jelang coblosan. Sementara, 16 April pagi, seluruh logistik telah siap di 1.971 TPS. ‘’Memang mepet, tapi kami optimistis seluruh tahapan sesuai target,’’ ujarnya.

Terkait kesiapan gudang di kecamatan dan desa, Rini berharap para petugas dapat memilih gudang sesuai standar. Selain aman, harus terhindar dari air hujan pun menggunakan alas lantai bukan tanah. ‘’Kami rekomendasikan seperti gedung balai desa atau kelurahan,’’ pungkas Rini. (gen/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here