KPU: Hasil Situng Bukan Penghitungan Final

81

PACITAN – KPU mulai menerapkan sistem informasi Penghitungan (situng) suara dalam Pemilu 2019 ini. Tak terkecuali KPU Pacitan. Sebanyak 25 operator dari sejumlah perguruan tinggi pun direkrut. ‘’Untuk alatnya kami siapkan lima mesin scan dan 15 komputer,’’ kata Komisioner Divisi Teknis KPU Pacitan Sulis Setyorini kemarin (12/4).

Dia yakin lima scaner tersebut lebih dari cukup untuk scanning formulir C1 atau hasil pemungutan suara untuk dikirimkan ke KPU RI. Dia menargetkan proses situng selesai pada hari ketiga. Maju lima hari dari jadwal yang diberikan KPU RI. Sementara penghitungan sistem situng dimulai Kamis (18/4) pagi. ‘’Scaner itu dari KPU RI,’’ imbuh Rini, sapaan akrabnya.

Pihaknya juga telah menggelar uji coba sejak Rabu (10/4). Dari rencana lima hari, ternyata hanya cukup dua hari. Meski begitu, sempat muncul kendala. Diperkirakan server KPU RI bermasalah. Proses unggah hasil penghitungan lama. Diduga akibat proses unggah yang bersamaan. ‘’Loading unggahnya lama, mungkin karena KPU seluruh Indonesia mengunggah bersamaan,’’ ujarnya.

Rini menegaskan paparan situng bukan hasil final perolehan suara pemilu. Finalnya akan dirilis berdasarkan hasil hitung manual. Sedangkan situng sebatas hitung cepat berdasarkan scaning form C1. ‘’Nanti ada dua versi. Cuma kami sudah menyampaikan yang dipakai tetap hasil hitung manual,’’ jelasnya.

Ketua KPU Pacitan Damhudi menambahkan situng bukan kebijakan baru KPU RI. Sebab, sejak 2009 sudah digunakan. Termasuk Pemilu 2014. Hanya, sistem tersebut selalu disempurnakan. Dengan situng, hasil penghitungan di setiap daerah bisa segera diketahui secara nasional. Bahkan internasional di website yang disediakan KPU. ‘’Ini bentuk keterbukaan dan transparani hasil penghitungan suara KPU RI,’’ tegasnya. (odi/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here