KPU Dapati 6 Ribu Surat Suara Tak Layak

57

MAGETAN – Proses sortir surat suara untuk Pemilu 2019 terus berlangsung. KPU Magetan mendapati ribuan surat suara dalam kondisi tidak layak. Penghitungan baru berlangsung beberapa hari ke depan.

Sampai dengan kemarin (20/3), KPU Magetan sudah menyisihkan sekitar 6 ribu surat suara yang rusak. Penyebab kerusakan, antara lain, pemotongan kertas yang tidak simetris dan ukuran kertas yang terlalu kecil. Selain itu, ada yang tintanya tembus, kertas kotor, dan kusut.

Ketua KPU Magetan Poppy M.S. Putranto menyebutkan, penyortiran diupayakan selesai secepatnya. Pihaknya mengerahkan sebanyak 135 tenaga lepas untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. ‘’Tinggal sedikit. Beberapa hari ke depan diharapkan sudah selesai,’’ katanya kepada Radar Magetan.

Total ada 2.716.655 surat suara yang akan disebarkan ke seluruh TPS di Magetan. Poppy berharap jumlah surat suara yang rusak tidak begitu banyak agar persiapan menjelang pencoblosan bisa diselesaikan tepat waktu. Karena semakin banyak kerusakan yang terjadi, penggantian pun memakan waktu lebih lama. ‘’Seluruh surat suara yang rusak akan dimusnahkan secara terbuka menjelang pemungutan suara. Paling lambat sehari sebelum tahapan pencoblosan,’’ terangnya.

Sementara itu, KPU Magetan menutup proses pengajuan dokumen pindah pilih di Ponpes Al-Fatah Temboro. Total sampai dengan kemarin ada 5.151 orang yang mengajukan formulir A5. ‘’Yang jelas, saat ini KPU sudah tidak lagi melakukan pelayanan pindah memilih khusus pondok pesantren,‘’ kata Komisioner KPU Nur Salam.

Penutupan pelayanan pengurusan pindah pilih itu sudah sesuai dengan ketentuan UU 7/2017 tentang Pemilu. Di mana batas akhir pengurusan dokumen pindah pilih adalah 30 hari sebelum 17 April 2019.

Kendati demikian, Salam mengatakan pemberhentian pelayanan pindah pilih itu tidak berlaku untuk penghuni lapas serta pasien rumah sakit. Dua kategori pemilih tersebut bisa tetap dilayani sampai dengan H-3 pencoblosan. ‘’KPU dapat membuka kembali apabila Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan gugatan terkait daftar pemilih tambahan (DPTb) tersebut,‘’ ungkapnya. (mgc/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here