KPU Berharap Mereka Ajak Warga Memilih

10

PACITAN – Banyak warga yang merantau dikhawatirkan akan berdampak pada angka partisipasi pemilih dalam Pemilu 2019 di Pacitan. Sebaliknya, komisi pemilihan umum (KPU) setempat mencatat minim permintaan pindah Memilih. ‘’Karekteristik Pacitan yang bukan tujuan perantau tentu berpengaruh,’’ kata Komisioner Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Pacitan Sittah Anggimah AQ pekan lalu.

Menurut Sittah, banyaknya warga yang merantau mengurangi angka partisipasi pemilih. Pasalnya, mereka memutuskan pindah memilih rantau ketimbang repot-repot pulang kampung saat coblosan. Sementara para warga pendatang ke Pacitan hanya untuk bekerja beberapa bulan. ‘’Dilihat dari warga Pacitan yang kuliah di luar daerah, sudah lumayan banyak,’’ ujarnya.

Secara nasional KPU RI menargetkan 77,5 persen partisipasi pemilih dalam Pemilu 2019 ini. Namun, KPU Pacitan tak berani memasang target khusus. Dia hanya berharap tahun ini meningkat dibanding pemilu gubernur tahun lalu. ‘’Kami berharap bisa meningkat 2,5 persen dari pemilu sebelumnya,’’ ujarnya, sembari menyebut angka partisipasi pemilih dalam pemilu gubernur lalu sekitar 70 persen.

Dia menambahkan, banyaknya peserta pemilu atau calon legislatif (caleg) diprediksi bakal mendongkrak angka partisipasi pemilih. Itu berkaca dari tiga pemilu sebelumnya. Sebab, mereka rajin kampanye sekaligus mengajak warga untuk memilih. ‘’Berbeda dengan pemilihan kepala daerah yang pesertanya paling banyak empat pasang,’’ papar Sittah.

Sittah berharap angka partisipasi warga di Pacitan tinggi memilih pemimpin untuk lima tahun mendatang. Pun pihaknya telah melakukan sosialisasi untuk menekan angka golput. ‘’Apalagi hari coblosan diliburkan juga. Jadi sayang jika tidak memilih,’’ harapnya. (gen/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here