KPPS TPS 32 Kota Madiun Sempat ’’Boyongan’’

53

MADIUN – Aktivitas di tempat pemungutan suara (TPS) 32 Kelurahan Nambangan Lor terpaksa dihentikan sementara sekitar pukul 15.00, kemarin (17/4). Saat proses penghitungan surat suara DPR RI terjadi hujan disertai angin yang kencang. Tak ingin berisiko, akhirnya KPPS 32 memutuskan ’’boyongan’’ ke lantai dasar rumah susun sewa (rusuwa). ’’Terop TPS seperti mau mumbul,’’ kata Bayu Adi Kusuma, ketua KPPS TPS 32.

Bayu lantas berkoordinasi dengan petugas kepolisian. Selanjutnya disepakati untuk meminjam ruang serbaguna yang berada di lantai dasar rusuwa. Sebelumnya, TPS 32 berada di  halaman rusuwa.  ’’Dan baru mulai melanjutkan penghitungan yang tertunda,’’ ungkap Bayu.

Hanya, setelah maghrib, Bayu dan KPPS lainnya terpaksa kembali ‘’boyongan’’ ke tempat semula. Karena penerangan di ruang serba guna tersebut dianggap kurang memadai untuk proses perhitungan di malam hari. ’’Habis maghrib pindah lagi  ke tempat semula dan selesai perhitungan sekitar jam 19.15,’’ ujarnya.

Pantauan Radar Madiun kondisi TPS 32 ketika ditinggal menyisakan kursi dan meja. Semua logistik pemilu aman. Sebelumnya, kotak suara sudah dibungkus plastik. ‘’Makanya kami pindah menghindari materiilnya rusak,’’ ujarnya.

Sebelumnya, sekitar pukul 09.35, warga yang mencoblos di TPS 12 Jalan Podang juga dikejutkan dengan suara ledakan keras dan beruntutan dari arah Jalan Podang, Manguharjo. Warga sempat panik dan sebagian berhamburan keluar TPS karena terkejut. Hal ini diungkapkan Edi Martopo, salah seorang warga yang rumahnya bersebelahan dengan TPS. ‘’Saya pas duduk-duduk di depan rumah. Suaranya dari arah itu (menunjuk kabel listrik yang terhubung dengan tiang listrik LBS Podang P.Madigondo, Red),’’ ujarnya.

Tak lama kemudian datang satu unit mobil damkar disusul kemudian mobil operasional teknis PLN. Kasi damkar Satpol PP Kota Madiun Anang Dwi Sulistyono saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sengaja membawa satu unit mobil damkar untuk mengantisipasi jika putusnya konduktor memicu terjadinya kebakaran. ’’Kami juga membantu mensterilkan jalan,’’ jelasnya.

Sementara, Manajer PLN ULP Madiun Kota Imron Rosyadi mengatakan, suara ledakan terjadi akibat konduktor berdaya 10 ampere yang mengantarkan arus listrik ke wilayah Sambirejo putus. ’’Sebenarnya kami sudah antisipasi dengan pengecekan, tapi faktor alam di luar kendali,’’ ujarnya ditemui wartawan koran ini.

Akibat dari kejadian itu arus listrik di kawasan Jalan Podang, Serayu, Ciliwung, Trunojoyo, Tuntang sempat padam. Perbaikan membutuhkan waktu dua jam. Aliran listrik di Lembeyan dan Nguntoronadi, di wilayah Magetan juga padam. (dil/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here