Madiun

Kota-Provinsi Sulit Sinkronisasi

Lamban Koordinasi, Sulit Sinkronisasi

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Data Covid-19 antara pemerintah daerah dan provinsi tak kunjung sinkron. Laman infocovid19.jatimprov.go.id mencatat, dua orang dalam pemantauan (ODP) meninggal dunia. Sementara data dari Pemkot Madiun nihil ODP meninggal.

Jubir Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 Noor Aflah mengungkapkan, dinas kesehatan dan keluarga berencana (dinkes-KB) telah menyampaikan permasalahan data itu ke Pemprov Jatim. Namun, belum ada tindak lanjutnya. ”Sudah lapor ke provinsi, bilangnya oke. Tapi sampai sekarang belum berubah,” kata Aflah.

TGTPP Covid-19 Kota Madiun meminta koreksi dari pemprov bila terdapat kesalahan dalam merilis data ODP yang meninggal. Mengingat data yang dikirimkan dari pemkot ke pemprov selama ini nihil ODP yang meninggal dunia. Ditengarai, ketidaksinkronan data disebabkan pencatatan pasien Covid-19 yang tidak berdasarkan alamat KTP. Melainkan dari alamat domisili. ”Apa ada kesalahan, misalnya PDP KTP Kota Madiun tinggal di Gresik yang meninggal kemarin itu,” ujarnya.

Pemuda asal Jalan Sikatan, Gang Demak, Kota Madiun, yang berstatus sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) itu dimakamkan Selasa petang (30/6). Pemuda 29 tahun itu berdomisili di Driyorejo, Gresik. Yang bersangkutan meninggal di salah satu rumah sakit di daerah berjuluk Kota Wali itu. ”PDP tinggal di Gresik, datanya masuk di Pemerintah Gresik,” bebernya.

Namun, sesuai permintaan keluarga, yang bersangkutan dimakamkan di Kota Madiun. Jenazah langsung dikirim ke pemakaman tanpa singgah ke rumah duka. Pun, seluruh petugas mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Hal itu sesuai prosedur pemakaman Covid-19. ”Keluarga minta dimakamkan di Madiun, kemudian sudah disiapkan, dan masyarakat bisa menerima. Sehingga tidak ada gejolak dan masalah,” tuturnya.

Aflah mengakui telah terjadi miskoordinasi. Tim gugus tugas dari Gresik tidak mengirimkan informasi ke TGTPP Covid-19 Kota Madiun. Kendati secara prinsip seluruh prosedur pemakaman Covid-19 telah dijalankan. ”Belum berubahnya data di provinsi itu diperkirakan karena kesulitan pada sistem database. Yang jelas sudah ada konfirmasi ada perbedaan data dan seharusnya sumbernya dari kami,” jelasnya.

Koordinasi yang lamban juga terjadi pada perpindahan status zonasi risiko penyebaran. Bergesernya zona hijau ke zona kuning yang melekat untuk Kota Madiun juga tanpa pemberitahuan resmi. Aflah mengetahui Kota Madiun saat ini berstatus zona kuning dari pantauan di laman infocovid19.jatimprov.go.id. ”Kami lihat di Jatim tidak ada yang zona hijau. Berubah zona kuning itu kami tidak dikasih tahu, cuma dicek ternyata sudah berubah kuning,” ungkapnya.

Aflah membeberkan, penanganan dan pencegahan Covid-19 semakin diperketat. Masyarakat yang abai menerapkan protokol kesehatan bakal diawasi intelijen dari unsur masyarakat yang disebar di seluruh titik. Jika ada yang melanggar, tim intelijen bakal memperingatkan. Jika membandel, sanksi bakal dikembalikan ke lingkungan tempat tinggal asal. ”Untuk tempat usaha yang melanggar, seperti instruksi Pak Wali (Maidi, Red) akan ditutup. Termasuk ASN juga akan diawasi,” ujarnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close