Madiun

Kota Pendekar Menuju Smart City

Oleh: Maidi

PEMERINTAH pusat tengah menggalakkan konsep smart city bagi pemerintah daerah. Sejauh ini sudah ada 100 pemerintah daerah tingkat dua yang masuk dalam pilot project program kota pintar tersebut. Alhamdulillah, Kota Madiun salah satu di antaranya. Konsep smart city memang tidak datang begitu saja. Tidak seperti Bandung Bondowoso yang mendirikan candi dalam waktu semalam. Smart city butuh perjuangan panjang, usaha keras, dan keterlibatan semua pihak tentunya.

Terdapat ratusan daerah yang mengajukan diri agar mendapat pendampingan kementerian terkait penerapan smart city ini. Seleksi berjalan ketat. Mereka yang dinyatakan lolos berhak mempresentasikan potensi daerahnya di hadapan juri di Jakarta. Saya ingat betul, karena saya ikut mempresentasikan potensi dan kesiapan Kota Madiun dalam menyongsong pelaksanaan konsep smart city ini. Ada beberapa keunggulan Kota Madiun yang menarik perhatian juri. Mulai program wifi gratis, pemanfaatan gas metan hasil pengelolaan sampah di TPA Winongo, dan lain sebagainya. Kota Madiun bersama 24 pemerintah daerah lain dinyatakan layak mendapatkan pendampingan. Ini menyusul 75 daerah lain yang sudah lebih dulu terpilih sebelumnya.

Serangkaian usaha panjang itu bukanlah akhir. Ini merupakan start awal. Proses mewujudkan kota pintar masih panjang di depan. Banyak hal yang harus dibenahi di Kota Madiun. Mulai infrastrukturnya, SDM-nya, dan anggaran pastinya. 100 daerah yang menjadi pilot project program smart city mendapatkan anggaran pendampingan dari pemerintah pusat. Namun, hanya mengandalkan itu tentu belum cukup. Pemerintah daerah harus memutar otak untuk menghasilkan pundi-pundi anggaran tambahan. Sumbernya bisa dari mana saja. Rekanan salah satunya. Kota Madiun harus baik agar investor tertarik.

Beragam upaya dilakukan. Pembenahan wajah kota berlangsung disana-sini. Fungsi Taman Lalu Lintas Bantaran Kali Madiun semakin ditingkatkan. Beragam event digelar. Harapan saya, ada pergerakan di masyarakat. Tatkala ada pergerakan, ekonomi meningkat. Investor datang dan PAD pun meningkat. Sebagian anggarannya dapat digunakan untuk mendukung konsep smart city ini.

Pembenahan SDM juga terus dilakukan. Para ahli didatangkan untuk memberikan pendampingan. Seperti professor Marsudi yang menjadi pendamping bimbingan teknik selama dua hari di Kota Madiun. Ke depan, akan banyak pelatihan dan bimbingan. Masyarakat juga harus dicerdaskan. Saya sengaja menginstruksikan dinas terkait untuk banyak memberikan bimbingan terkait IT. Mulai pelatihan dasar komputer hingga internet marketing. Pemerintah dan masyarakat harus bersiap.

Ini penting karena akan ada banyak program terkait smart city ke depan. Saya bersama kepala OPD sudah beberapa kali mengunjungi pameran teknologi smart city. Terbaru, saya menghadiri Internasional Smart City Expo and Forum (IISMEX) di Jakarta. Sebelumnya, juga ada pembinaan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla melalui Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) yang juga di Ibu Kota. Dari sini wawasan tentang smart city mengemuka. Kota cerdas bukan hanya soal teknologi. Namun, bagaimana menggunakan kecerdasan untuk mengatasi masalah-masalah yang ada di daerah. Mulai lingkungan, kesehatan, pendidikan, pembangunan, ekonomi, dan lain sebagainya.

Itu mengapa pemanfaatan gas metan hasil pengolahan sampah di TPA Winongo mendongkrak nilai Kota Madiun saat presentasi di hadapan juri lalu. Gas metan ini sudah menghidupi 200 KK di sekitar TPA. Dinas terkait mengembangkannya untuk mandi sauna. Inilah yang dimaksud dengan menggunakan kecerdasan untuk mengatasi masalah. Masalah sampah teratasi dengan menghadirkan manfaat baru. Hal semacam ini akan lebih banyak lagi ke depan. Tempat yang tidak produktif akan dimanfaatkan maksimal. Sungai dan gang dibersihkan. Tidak menutup kemungkunan sungai yang identik dengan nuansa kumuh berubah menjadi taman bermain hingga tempat wisata. Ini baru di bidang lingkungan.

Program CCTV dan satu anak satu laptop juga bagian dari smart city untuk bidang pendidikan. Pemkot Madiun mulai memasang kamera pengawas itu di sudut-sudut jalan. Bukan hanya mengawasi pengendara. Namun, juga bisa mengawasi anak-anak yang berangkat dan pulang sekolah. Terutama mereka yang menggunakan sepeda. Pemkot menyedian jalur sepeda bagi mereka. Anak-anak tidak perlu takut bersepeda ke sekolah. Orang tua tidak perlu khawatir. Apalagi, Pemkot Madiun juga menyediakan bus sekolah. Pogram laptop bukan hanya menunjang kegiatan belajar-mengajar (KBM) di sekolah. Tatkala, anak berhalangan hadir, anak tidak ketinggalan pelajaran. Laptop bisa menjadi sarana tatap muka dengan pengajar. Dimanapun, kapanpun.

Mewujudkannya butuh peran bersama. Pemerintah sudah maksimal tetapi peran masyarakat kurang juga tak akan optimal. Seperti program internet gratis berupa wifi yang sudah diperluas hingga tingkat RT. Masyarakat dan orang tua harusnya turut berperan agar kemanfaatan wifi jadi lebih maksimal. Masyarakat juga harus ikut menjaga lingkungan yang sudah ditata lebih baik. Bukan malah merusak fasilitas yang ada di dalamnya. Keterlibatan masyarakat ini penting dalam mewujudkan Kota Madiun yang lebih baik dan baik lagi. Kota Madiun yang bukan hanya menjadi smart city, tetapi menjadi percontohan bagi daerah sekitar.

Seperti diketahui, Kota Madiun berada di pusat lima daerah lain. Kota Madiun menjadi windows display-nya Jawa Timur wilayah barat. Hampir setiap hal yang berkaitan dengan kelima daerah ini pasti mengemuka nama Kota Madiun terlebih dahulu. Makanya, Kota Madiun harus terus berbenah. Harus lebih baik dari kelimanya. Harapannya, yang lain mengikuti. Ini bisa menjadi masalah baru ketika banyak yang ingin berpindah ke daerah perkotaan. Saat ini saja, 55 persen penduduk tinggal di perkotaan. Diperkirakan mencapai 70 persen di 2040 nanti. Kalau semua daerah memiliki sarana yang sama, tentu masyarakat tidak perlu berbondong ke wilayah perkotaan. Sekali lagi, smart city bukan urusan internal pemerintah yang melaksanakan. Tetapi juga semua pihak, termasuk daerah sekitar. Koordinasi dan kerja sama akan terus ditingkatkan demi mewujudkan daerah yang lebih baik ke depannya.

*Penulis adalah Wali Kota Madiun Drs. H. Maidi, SH, MM, M.Pd.

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close