Kota Pendekar Bersiap Sambut Jutaan Pemudik

42

MADIUN – Sejumlah titik pada jalur yang dioperasikan saat mudik Lebaran 2019 mulai dipetakan oleh Polres Madiun Kota. Beberapa jalur yang menjadi fokus pengawasan lantaran kerap terjadinya kecelakaan lalu lintas maupun kemacetan.

Kabag Ops Polres Madiun Kota Kompol Gatot Sudiyoto menyebut hasil dari pemetaan adapun jalur yang berpotensi rawan macet itu tersebar di enam titik. Antara lain, di Jalan Basuki Rahmat persisnya di pintu perlintasan kereta api (KA) Sukosari, Jalan Pahlawan depan Lawu Plaza dan Plaza Madiun, Jalan Panglima Sudirman depan Pasar Besar Madiun (PBM), Jalan Kolonel Mahardi, Jalan Trunojoyo, serta Jalan Pelita Tama.

Dari situ, diperkirakan puncak arus mudik mulai terjadi antara 29 Mei–4 Juni. Sedangkan, arus balik pada tanggal 7–10 Juni. ’’Di Kota Madiun sebenarnya tidak ada kemacetan. Yang ada hanya kepadatan lalu lintas,’’ kata Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu selepas apel gelar pasukan Operasi Ketupat Semeru 2019 di Mapolres Madiun Kota Selasa (28/5).

Kendati demikian untuk mengurai kemacetan di beberapa ruas jalur tersebut, pihaknya menerapkan beberapa langkah. Misalnya, di Jalan Basuki Rahmat bakal dipasang barrier sebelum pintu perlintasan KA dari sisi Jalan S Parman. Tujuannya sebagai pengalih arus kendaraan dari Jalan Sri Rejeki dengan Jalan Ploso. ’’Nanti ada petugas dari Satlantas Polres Madiun Kota yang bersiaga disitu apabila terjadi kepadatan kendaraan,’’ imbuh Kasatlantas Polres Madiun Kota, AKP Affan Prioyo Wicaksono.

Selain itu, tindakan serupa juga diberlakukan di Jalan Trunojoyo depan Pasar Sleko, Jalan Pahlawan dan Jalan Panglima Sudirman. ’’Kami juga sediakan sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan di beberapa tempat,’’ imbuh asisten pelatih tim bola voli putra Bhayangkara Samator itu.

Adapun pos pengamanan bakal ditempatkan di Jalan Pahlawan, Jalan Raya Jiwan-Solo, Stasiun Madiun, dan Terminal Purboyo. Sedangkan, pos pelayanan diterapkan di Madiun Square dan Sun City Festival.

Di samping itu, pihaknya juga meminta pemudik untuk waspada di sejumlah titik rawan kecelakaan. Seperti Jalan Ring Road Barat, Jalan Yos Sudarso persisnya di rel KA serong, Jalan Raya Jiwan-Solo km 71–72, dan simpang empat Jalan Mayjend Panjaitan dengan Jalan Serayu. ’’Kami juga petakan ada 10 titik rawan pelanggaran lalu lintas,’’ katanya.

Dalam operasi tersebut, ada sekitar 365 personel gabungan yang dikerahkan. Fokus utamanya adalah pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2019. Apalagi Kota Madiun merupakan sebagai daerah transit. Sehingga masyarakat dari berbagai daerah bisa masuk ke dalam kota.

Kesiapan menyambut pemudik memang menjadi fokus utama Pemkot Madiun. Berbagai sarana prasarana (sarpras) dan fasilitas umum (fasum) milik daerah dibenahi. Seperti halnya taman median jalan dan gapura perbatasan kota telah selesai dipoles.

Bentuk kesiapan lain pemkot dalam menyapa para pemudik adalah dengan memantau sarana transportasi, pelayanan publik, serta migas. Kemarin misalnya, Wali Kota Madiun Maidi, Wawali Inda Raya didampingi Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu, serta Komandan Kodim 0803 Nur Alam Sucipto memantau harga bahan pokok di Pasar Sleko, pelayanan kesehatan di RSUD dr. Soedono dan RSUD Kota Madiun. Serta melihat kesiapan Stasiun Besar dan Terminal Purboyo menghadapi arus mudik.

Pihaknya juga mengecek ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) selama Lebaran di Depo PT. Pertamina. ‘’Semua titik yang kita lihat ready semua. Masyarakat nggak usah khawatir. Aman semuanya, baik itu di pasar, rumah sakit maupun alat transportasinya,’’ ungkap Maidi. (her/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here