AdvertorialMadiun

Kota Madiun Ramah Disabilitas

Bertahap Penuhi Hak Difabel

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kesadaran untuk lebih peduli kepada kaum difabel sebenarnya sudah diterapkan oleh pemkot. Seperti memberikan kuota bagi penyandang disabilitas untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN). Selain itu, program pembangunan fisik perkotaan dilakukan penyesuaian dengan kondisi penyandang disabilitas.

Semua hal itu dijelaskan secara rinci oleh Wali Kota Madiun Maidi saat menghadiri peringatan hari disabilitas internasional yang digelar dinsos di Dumilah Park Selasa (3/12). Dia mengatakan sudah menyederhanakan pelayanan kepada kaum disabilitas. Seperti bangunan trotoar jalan dibuat ramah disabilitas. Begitu juga dengan sarana transportasi yang disediakan oleh pemkot. Seperti bus sekolah yang sudah ramah disabilitas.

Bahkan, pada tahun depan secara bertahap pihaknya fokus membangun taman yang layak bagi para kaum disabilitas. Soal rencana tersebut, Maidi mengaku sudah meminta para komunitas disabilitas di Kota Madiun untuk menentukan pilihan tempat. Baru setelah itu pemkot melakukan pembangunan. ‘’Di taman itu mereka dapat berinteraksi bersama teman, sekaligus ajang berkumpul bersama keluarga,’’ terang Maidi.

Taman tersebut akan dilengkapi kios serta aneka kerajinan karya penyandang disabilitas. Dengan begitu, taman disabilitas ke depan dapat dimanfaatkan sebagai ajang berlatih maupun unjuk kebolehan. Seperti menyanyi atau menari. ‘’Para penyandang disabilitas yang mempunyai keterampilan, misalnya menyanyi, akan kami undang di beberapa acara pemkot untuk tampil. Kan lumayan bagi mereka bisa mendapatkan uang dari situ,’’ ujar mantan sekda Kota Madiun tersebut.

Dalam peringatan hari disabilitas internasional kemarin, Maidi sempat belajar bahasa isyarat yang diperagakan oleh guru dari SLB Dharma Wanita. Di atas panggung, dia coba berinteraksi dengan memakai bahasa isyarat terutama kepada mereka yang menyandang status tunawicara dan tunarungu.

Maidi juga sempat trenyuh ketika mendengarkan Dandi, seorang anak disabilitas yang membacakan puisi dengan nada terbata-bata. Puisinya itu menceritakan tentang kehidupan anak difabel yang berbeda dengan anak pada umumnya. Serta menjelaskan tentang perjuangan seorang ibu yang berusaha kuat dan tegar mengasuh anak mereka yang berkebutuhan khusus. (her/c1/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close