Madiun

Korona Tembus 102 Kasus, Razia Jam Malam Terus Digencarkan

Satu Nakes Terinfeksi

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Setiap malam mobil patroli berkeliling di Kota Madiun menertibkan setiap aktivitas sosial. Pengunjung di sejumlah warung dan kafe semburat begitu mendengar sirine meraung-raung pukul 22.15.

Petugas mendatangi serta mengingatkan pengunjung dan pemilik warung agar lekas menghentikan aktivitasnya. ‘’Aktivitas maksimal sampai pukul sepuluh malam. Segera pulang dan istirahat agar hidup tetap sehat,’’ ucap seorang petugas melalui pengeras suara.

Operasi yang diberangkatkan dari Balai Kota Madiun itu mendatangi setiap tempat kerumunan. Mulai di Jalan Serayu Timur, Jalan dr Soetomo, Jalan Kompol Sunaryo, Jalan Prambanan, maupun kawasan Pasar Spoor. ‘’Razia bersama petugas gabungan terus kami gencarkan selama pembatasan aktivitas jam malam masih diberlakukan,’’ kata Kasatpol PP Kota Madiun Sunardi Nurcahyono.

Aktivitas malam memang sengaja dibatasi maksimal pukul 22.00. Agar pola hidup masyarakat yang sudah terbiasa begadang normal kembali. Warga diharapkan segera istirahat sehingga dapat bangun pagi. Kemudian dapat berolahraga sebelum memulai bekerja setiap harinya. ‘’Kenapa jam 22.00? Agar masyarakat dapat segera istirahat,’’ tegasnya.

Berbagai upaya dilakukan mengingat penambahan kasus baru di Kota Madiun masih saja terjadi. Bahkan, data terbaru yang dirilis Pemkot Madiun kemarin (15/9), sebaran korona tembus 102 kasus. Terjadi penambahan tiga kasus baru (100-102).

Pasien nomor 100 berinisial YA, laki-laki 30 tahun asal Winongo, Manguharjo. Dia kontak erat dengan pasien nomor 90 dan 97. Sempat menjalani rapid test antibody dengan hasil nonreaktif. Namun, hasil swab test-nya dinyatakan terkonfirmasi. ‘’Saat ini menjalani isolasi mandiri,’’ kata Kabid TIK Diskominfo Kota Madiun Noor Aflah.

Pasien nomor 101 berinisial S, laki-laki 71 tahun asal Tawangrejo, Kartoharjo. Terlacak kontak erat dengan pasien nomor 92 dan 93. Termasuk kategori kasus konfirmasi asimtomatik atau tanpa gejala dan keluhan. Seperti pasien sebelumnya, S saat ini menjalani isolasi mandiri di rumah. Adapun pasien nomor 102 berinisial DN, perempuan 35 tahun asal Kanigoro, Kartoharjo. Merupakan tenaga kesehatan (nakes) di salah satu rumah sakit rujukan Covid-19. Sebelumnya sempat mengeluh demam dan sesak sehingga menjalani rawat inap di rumah sakit. Hasil rapid test antibody menunjukan nonreaktif. Swab test-nya terkonfirmasi positif. Diduga tertular pasien Covid-19 di rumah sakit tempatnya bekerja. ‘’Saat ini diisolasi di RS rujukan Covid-19 di Kota Madiun,’’ beber Aflah.

Di saat bersamaan pemkot mengumumkan dua pasien sembuh (nomor 95 dan 98). Sehingga total pasien sembuh mencapai 81 orang. Sedangkan 13 pasien masih dalam perawatan di rumah sakit, lima pasien menjalani isolasi mandiri di rumah dengan menerapkan protokol kesehatan. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close