Korban Banjir Masih Butuh Air Bersih

80

MADIUN – Dampak banjir yang melanda sebagian besar desa di Kecamatan Balerejo pekan lalu masih terasa hingga kini. Di antaranya rusaknya peralatan elektronik akibat terendam air. Seperti pompa air elektrik misalnya. Akibatnya, para korban banjir kesulitan air bersih. ‘’Kami mandi numpang di rumah tetangga. Untuk air minum menunggu kiriman dari PDAM,’’ kata Suratmi, warga Desa Plumpung.

Mereka harus membawa jeriken besar ke titik yang bisa dijangkau truk tangki PDAM agar bisa memasak. Sementera untuk mencuci memilih menggunakan air genangan sisa banjir. Mereka menggunakan air itu selama kurang lebih dua hari. Selain mencuci peralatan dapur juga baju. ‘’Mau gimana lagi, adanya memang itu,’’ ungkapnya.

Suratmi mengungkapkan air dari PDAM hanya cukup untuk minum. Pasalnya dia hanya punya dua jeriken. Pun hanya untuk dua hari. Pun baru dikirim sekali pada Jumat lalu. Dia berharap bantuan air bersih tetap diberikan. Pasalnya, warga belum sempat memperbaiki pompa air elktriknya. Butuh waktu untuk memperbaiki, pun belum cukup uang untuk membeli pompa air baru. Selain itu air sumur juga belum benar-benar bersih. ‘’Air sumur masih banyak yang keruh tercemar banjir,’’ katanya. (mg4/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here